Keputihan adalah kondisi yang sangat umum dialami wanita. Na...
Rabu, 25 Feb 2026
Perbedaan Kandidiasis Vaginalis vs Infeksi Bakteri Vaginosis
Keputihan adalah kondisi yang umum dialami wanita. Namun, tidak semua keputihan menandakan masalah serius. Masalah muncul ketika warna, tekstur, bau, atau rasa tidak nyaman mulai berbeda dari biasanya. Dua penyebab paling sering dari keputihan tidak normal adalah kandidiasis vaginalis dan bakterial vaginosis.
Banyak orang mengira semua keputihan tidak normal disebabkan oleh jamur. Padahal, infeksi vagina karena jamur dan infeksi vagina karena bakteri adalah dua kondisi berbeda dengan penanganan yang juga berbeda. Memahami perbedaan kandidiasis vaginalis dan bakterial vaginosis membantu kamu mendapatkan pengobatan yang tepat dan mencegah kekambuhan.
Apa Itu Kandidiasis Vaginalis?
Kandidiasis vaginalis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida, paling sering Candida albicans. Dalam kondisi normal, jamur ini memang ada dalam jumlah kecil di vagina. Masalah muncul ketika keseimbangannya terganggu.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kandidiasis vaginalis adalah penggunaan antibiotik jangka panjang, diabetes yang tidak terkontrol, kehamilan, daya tahan tubuh menurun, serta area genital yang lembap terlalu lama.
Gejala Kandidiasis Vaginalis
Ciri khas keputihan akibat jamur antara lain:
- Keputihan kental menggumpal seperti susu basi
- Warna putih pekat
- Gatal hebat pada area vagina
- Kemerahan dan bengkak pada bibir vagina
- Perih saat buang air kecil atau berhubungan seksual
- Biasanya tidak berbau menyengat
Meski terasa sangat mengganggu, kandidiasis vaginalis bukan termasuk infeksi menular seksual. Namun, aktivitas seksual dapat memicu kekambuhan pada sebagian wanita.
Gejala Bakterial Vaginosis
Berbeda dengan kandidiasis, gejala bakterial vaginosis biasanya berupa:
- Keputihan encer
- Warna putih keabu-abuan
- Bau amis yang kuat, terutama setelah hubungan seksual
- Rasa tidak nyaman ringan
- Jarang menimbulkan gatal hebat
Sebagian wanita bahkan tidak merasakan gejala sama sekali dan baru mengetahui kondisi ini saat pemeriksaan medis.
Perbedaan Kandidiasis Vaginalis dan Bakterial Vaginosis
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan kandidiasis vaginalis dan bakterial vaginosis secara ringkas:
- Penyebab: Kandidiasis disebabkan jamur Candida, sedangkan bakterial vaginosis disebabkan ketidakseimbangan bakteri.
- Tekstur keputihan: Kandidiasis cenderung kental dan menggumpal, bakterial vaginosis lebih encer.
- Warna: Kandidiasis putih pekat, bakterial vaginosis putih keabu-abuan.
- Bau: Kandidiasis umumnya tidak berbau tajam, bakterial vaginosis berbau amis.
- Gatal: Kandidiasis sering menimbulkan gatal hebat, bakterial vaginosis biasanya tidak terlalu gatal.
- Pengobatan: Kandidiasis membutuhkan obat antijamur, sedangkan bakterial vaginosis diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.
Karena penyebabnya berbeda, cara mengatasi keputihan tidak normal juga tidak bisa disamakan. Menggunakan obat jamur untuk kondisi bakterial vaginosis tidak akan menyelesaikan masalah, begitu pula sebaliknya.
Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila kamu mengalami:
- Perubahan warna atau tekstur keputihan secara tiba-tiba
- Bau amis menyengat
- Gatal hebat dan kemerahan
- Nyeri panggul atau perut bawah
- Keputihan berulang lebih dari dua kali dalam tiga bulan
- Gejala muncul setelah berganti pasangan seksual
Deteksi dini membantu mencegah komplikasi seperti infeksi naik ke organ reproduksi bagian atas.




