Senin, 21 Sep 2026

Hidradenitis Suppurativa vs Folikulitis: Apa Perbedaan Benjolan di Ketiak dan Selangkangan?

Benjolan merah atau bernanah di ketiak dan selangkangan sering dianggap sebagai jerawat, bisul, atau iritasi akibat mencukur. Pada beberapa kasus, keluhan tersebut memang berhubungan dengan peradangan folikel rambut atau folikulitis. Namun, benjolan yang terasa dalam, nyeri, dan terus muncul kembali di lokasi yang sama juga bisa ditemukan pada hidradenitis suppurativa (HS).

Sekilas keduanya memang terlihat mirip. Padahal, perbedaan hidradenitis suppurativa dan folikulitis tidak hanya terlihat dari bentuk benjolannya. Lokasi, kedalaman lesi, pola kekambuhan, hingga munculnya jaringan parut ikut membantu dokter membedakan kedua kondisi tersebut.

Karena itu, memahami polanya lebih penting daripada mencoba menentukan penyakit hanya berdasarkan satu benjolan.

Mengapa Hidradenitis Suppurativa dan Folikulitis Sering Tertukar?

HS dan folikulitis sama-sama melibatkan area kulit yang memiliki folikel rambut. Keduanya juga bisa menyebabkan benjolan kemerahan, rasa tidak nyaman, nyeri, atau lesi yang tampak berisi nanah.

Perbedaannya terletak pada proses penyakit dan karakteristik lesinya.

Folikulitis merupakan peradangan pada folikel rambut. Kondisi ini sering berkaitan dengan infeksi bakteri, meskipun jamur, virus, iritasi, cedera pada folikel, dan faktor lainnya juga bisa menjadi penyebab. Folikulitis superfisial biasanya terlihat sebagai kumpulan benjolan atau pustul kecil di sekitar folikel rambut.

Sementara itu, hidradenitis suppurativa merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang menyebabkan benjolan nyeri lebih dalam dan cenderung muncul pada area kulit yang saling bergesekan, seperti ketiak, selangkangan, paha bagian dalam, dan bawah payudara.

Hidradenitis Suppurativa vs Folikulitis: Apa Perbedaannya?

Cara paling sederhana memahami perbedaan hidradenitis suppurativa dan folikulitis adalah dengan memperhatikan bentuk lesi sekaligus riwayat kemunculannya.

KarakteristikHidradenitis SuppurativaFolikulitis
Bentuk umumNodul atau abses yang cenderung lebih dalamBenjolan/pustul kecil di sekitar folikel rambut
Lokasi khasKetiak, selangkangan, paha dalam, bawah payudara, bokongBerbagai area tubuh yang memiliki rambut
SensasiSering terasa nyeri dan dalamBisa gatal, perih, sensitif, atau nyeri
PolaCenderung berulang pada area yang samaBergantung pada penyebab dan faktor pemicu
Jaringan parutBisa muncul akibat peradangan berulangFolikulitis ringan umumnya sembuh tanpa jaringan parut
Tunnel/sinus tractBisa terbentuk pada HS yang berkembangBukan gambaran khas folikulitis biasa
Sifat penyakitInflamasi kronisPeradangan folikel dengan penyebab beragam

Dalam penilaian medis, diagnosis HS antara lain mempertimbangkan jenis lesi, lokasi khas, serta perjalanan penyakit yang kronis atau berulang. Karena itu, satu benjolan saja belum cukup untuk menyimpulkan apakah seseorang mengalami HS atau folikulitis.

Benjolan Setelah Mencukur Ketiak atau Selangkangan: Folikulitis atau HS?

Munculnya benjolan setelah mencukur tidak otomatis berarti hidradenitis suppurativa.

Mencukur, waxing, dan gesekan dapat merusak atau mengiritasi folikel rambut. Mayo Clinic memasukkan shaving dan waxing sebagai faktor yang bisa merusak folikel dan meningkatkan risiko terjadinya folikulitis. Rambut yang tumbuh kembali ke dalam kulit juga dapat menyebabkan razor bumps atau pseudofolikulitis, yang secara tampilan menyerupai folikulitis.

DermNet juga menjelaskan bahwa peradangan folikel akibat iritasi dapat muncul ketika rambut tumbuh kembali setelah shaving, waxing, pencabutan rambut, atau elektrolisis.

Namun, perlu diperhatikan bila benjolan di ketiak atau selangkangan terasa dalam dan sangat nyeri, sering muncul kembali pada lokasi yang sama, sulit sembuh, meninggalkan jaringan parut, atau membentuk luka yang terus mengeluarkan cairan. Pola tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Kapan Benjolan di Ketiak atau Selangkangan Perlu Diperiksa?

Benjolan yang hanya muncul sesekali dan segera membaik mungkin memiliki penyebab yang berbeda dengan benjolan yang terus berulang.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin bila benjolan sering muncul kembali, semakin nyeri, sulit sembuh, bertambah banyak, terus mengeluarkan cairan, atau meninggalkan jaringan parut.

Pemeriksaan juga penting apabila keluhan mulai mengganggu aktivitas, misalnya menimbulkan rasa sakit saat mengangkat tangan, berjalan, atau duduk.

Jika mengalami benjolan berulang di ketiak atau selangkangan, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.DVE/Sp.KK) di DVX Medical Jakarta dapat membantu mengevaluasi penyebab keluhan dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit.

Related Article

Ejakulasi Dini dan Disfungsi Ereksi, Apa Bedanya?

Banyak pria merasa bingung membedakan antara ejakulasi dini ...

Apakah Kutil di Ketiak Bisa Menjadi Berbahaya Jika Dibiarkan?

Kutil di ketiak sering kali dianggap sebagai masalah kulit r...

Tes Gonore dan Klamidia: Kapan Sebaiknya Dilakukan Setelah Paparan?

Baru mengalami hubungan seksual yang berisiko lalu ingin seg...

Tinea Cruris vs Kandidiasis: Apa Perbedaan Ruam di Selangkangan?

Ruam merah dan gatal di selangkangan sering dianggap sebagai...

Vaginal Toilet di DVX Medical Jakarta: Prosedur, Manfaat, dan Kapan Diperlukan

Keluhan berupa keputihan berbau, rasa gatal, perih, atau tid...