1. Apakah hidradenitis suppurativa sama dengan folikulitis?
Tidak. Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut dengan berbagai kemungkinan penyebab, sedangkan hidradenitis suppurativa merupakan penyakit inflamasi kronis yang memiliki pola lesi, lokasi, dan kekambuhan tertentu. Meski demikian, tampilannya dapat menyerupai satu sama lain pada beberapa kondisi.
2. Bagaimana membedakan HS dan folikulitis di ketiak?
Folikulitis sering tampak sebagai benjolan atau pustul kecil di sekitar folikel rambut. HS lebih sering menghasilkan nodul yang terasa lebih dalam dan nyeri, berulang di area yang sama, serta pada sebagian pasien dapat meninggalkan jaringan parut atau membentuk tunnel. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
3. Apakah folikulitis bisa berubah menjadi hidradenitis suppurativa?
Folikulitis dan HS merupakan kondisi yang berbeda. Folikulitis bukan tahapan awal yang otomatis berubah menjadi HS. Namun, HS pada tahap awal bisa tampak menyerupai jerawat, bisul, atau masalah folikel sehingga kadang sulit dibedakan tanpa pemeriksaan.
4. Mengapa benjolan di ketiak terus muncul kembali?
Penyebabnya beragam, mulai dari iritasi dan gangguan folikel rambut hingga kondisi kulit kronis seperti HS. Benjolan berulang pada lokasi yang sama, terutama bila dalam, nyeri, dan meninggalkan jaringan parut, sebaiknya dievaluasi dokter.
5. Apakah benjolan hidradenitis suppurativa selalu bernanah?
Tidak selalu. HS bisa bermula sebagai nodul dalam yang nyeri tanpa nanah yang terlihat. Pada perkembangan selanjutnya, nodul bisa membentuk abses yang berisi cairan atau nanah.
6. Kapan benjolan di selangkangan perlu diperiksa ke dokter?
Pemeriksaan disarankan bila benjolan sering kambuh, semakin banyak, sangat nyeri, sulit sembuh, mengeluarkan cairan berulang, meninggalkan jaringan parut, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.