Hidradenitis Suppurativa vs Folikulitis: Apa Perbedaan Benjolan di Ketiak dan Selangkangan?
17 jam yang lalu

Hidradenitis Suppurativa vs Folikulitis: Apa Perbedaan Benjolan di Ketiak dan Selangkangan?

Benjolan merah atau bernanah di ketiak dan selangkangan sering dianggap sebagai jerawat, bisul, atau iritasi akibat mencukur. Pada beberapa kasus, keluhan tersebut memang berhubungan dengan peradangan folikel rambut atau folikulitis. Namun, benjolan yang terasa dalam, nyeri, dan terus muncul kembali di lokasi yang sama juga bisa ditemukan pada hidradenitis suppurativa (HS).

Sekilas keduanya memang terlihat mirip. Padahal, perbedaan hidradenitis suppurativa dan folikulitis tidak hanya terlihat dari bentuk benjolannya. Lokasi, kedalaman lesi, pola kekambuhan, hingga munculnya jaringan parut ikut membantu dokter membedakan kedua kondisi tersebut.

Karena itu, memahami polanya lebih penting daripada mencoba menentukan penyakit hanya berdasarkan satu benjolan.

Mengapa Hidradenitis Suppurativa dan Folikulitis Sering Tertukar?

HS dan folikulitis sama-sama melibatkan area kulit yang memiliki folikel rambut. Keduanya juga bisa menyebabkan benjolan kemerahan, rasa tidak nyaman, nyeri, atau lesi yang tampak berisi nanah.

Perbedaannya terletak pada proses penyakit dan karakteristik lesinya.

Folikulitis merupakan peradangan pada folikel rambut. Kondisi ini sering berkaitan dengan infeksi bakteri, meskipun jamur, virus, iritasi, cedera pada folikel, dan faktor lainnya juga bisa menjadi penyebab. Folikulitis superfisial biasanya terlihat sebagai kumpulan benjolan atau pustul kecil di sekitar folikel rambut.

Sementara itu, hidradenitis suppurativa merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang menyebabkan benjolan nyeri lebih dalam dan cenderung muncul pada area kulit yang saling bergesekan, seperti ketiak, selangkangan, paha bagian dalam, dan bawah payudara.

Apa Itu Hidradenitis Suppurativa?

Hidradenitis suppurativa atau HS adalah kondisi kulit kronis yang dapat menimbulkan nodul atau benjolan nyeri di bagian kulit yang lebih dalam. Area yang paling sering terkena adalah ketiak, selangkangan, paha bagian dalam, bokong, serta lipatan di bawah payudara.

Pada tahap awal, HS bisa terlihat seperti jerawat besar atau bisul. Inilah salah satu alasan HS kadang terlambat dikenali.

Salah satu karakteristik penting HS adalah kekambuhan. Benjolan dapat mereda kemudian kembali muncul pada area yang sama atau berdekatan. Jika penyakit berkembang, beberapa nodul bisa membesar, membentuk abses, pecah dan mengeluarkan cairan. Siklus peradangan dan penyembuhan berulang kemudian dapat menyebabkan jaringan parut.

Pada sebagian pasien dengan penyakit yang lebih lanjut, terbentuk saluran di bawah permukaan kulit yang disebut tunnel atau sinus tract.

HS bukan penyakit menular dan bukan infeksi menular seksual.

Apa Itu Folikulitis?

Folikulitis adalah kondisi ketika satu atau beberapa folikel rambut mengalami peradangan. Bentuknya sering berupa benjolan kecil menyerupai jerawat atau pustul di sekitar tempat tumbuhnya rambut.

Keluhan yang menyertainya bisa berupa gatal, rasa terbakar, nyeri, atau kulit yang terasa sensitif. Pada folikulitis superfisial, lesi biasanya berada lebih dekat dengan permukaan kulit. Namun, beberapa jenis folikulitis juga dapat melibatkan bagian folikel yang lebih dalam dan menimbulkan keluhan lebih berat.

Penyebab folikulitis cukup beragam. Infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus, termasuk salah satu penyebab yang umum. Infeksi jamur atau virus serta kerusakan dan iritasi folikel juga bisa memicu kondisi serupa.

Aktivitas seperti mencukur atau waxing juga bisa mengiritasi folikel dan memicu benjolan pada area berambut, termasuk area selangkangan.

Hidradenitis Suppurativa vs Folikulitis: Apa Perbedaannya?

Cara paling sederhana memahami perbedaan hidradenitis suppurativa dan folikulitis adalah dengan memperhatikan bentuk lesi sekaligus riwayat kemunculannya.

KarakteristikHidradenitis SuppurativaFolikulitis
Bentuk umumNodul atau abses yang cenderung lebih dalamBenjolan/pustul kecil di sekitar folikel rambut
Lokasi khasKetiak, selangkangan, paha dalam, bawah payudara, bokongBerbagai area tubuh yang memiliki rambut
SensasiSering terasa nyeri dan dalamBisa gatal, perih, sensitif, atau nyeri
PolaCenderung berulang pada area yang samaBergantung pada penyebab dan faktor pemicu
Jaringan parutBisa muncul akibat peradangan berulangFolikulitis ringan umumnya sembuh tanpa jaringan parut
Tunnel/sinus tractBisa terbentuk pada HS yang berkembangBukan gambaran khas folikulitis biasa
Sifat penyakitInflamasi kronisPeradangan folikel dengan penyebab beragam

Dalam penilaian medis, diagnosis HS antara lain mempertimbangkan jenis lesi, lokasi khas, serta perjalanan penyakit yang kronis atau berulang. Karena itu, satu benjolan saja belum cukup untuk menyimpulkan apakah seseorang mengalami HS atau folikulitis.

Benjolan Setelah Mencukur Ketiak atau Selangkangan: Folikulitis atau HS?

Munculnya benjolan setelah mencukur tidak otomatis berarti hidradenitis suppurativa.

Mencukur, waxing, dan gesekan dapat merusak atau mengiritasi folikel rambut. Mayo Clinic memasukkan shaving dan waxing sebagai faktor yang bisa merusak folikel dan meningkatkan risiko terjadinya folikulitis. Rambut yang tumbuh kembali ke dalam kulit juga dapat menyebabkan razor bumps atau pseudofolikulitis, yang secara tampilan menyerupai folikulitis.

DermNet juga menjelaskan bahwa peradangan folikel akibat iritasi dapat muncul ketika rambut tumbuh kembali setelah shaving, waxing, pencabutan rambut, atau elektrolisis.

Namun, perlu diperhatikan bila benjolan di ketiak atau selangkangan terasa dalam dan sangat nyeri, sering muncul kembali pada lokasi yang sama, sulit sembuh, meninggalkan jaringan parut, atau membentuk luka yang terus mengeluarkan cairan. Pola tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Perhatikan Polanya, Bukan Hanya Bentuk Benjolannya

Ketika muncul benjolan di ketiak atau selangkangan, tampilannya memang penting. Namun, riwayat keluhan sering memberikan informasi yang lebih bermakna.

Perhatikan apakah benjolan berulang pada lokasi yang sama, muncul beberapa kali dalam beberapa bulan, terasa berada jauh di bawah kulit, sangat nyeri, meninggalkan bekas luka, atau pernah membentuk saluran dan mengeluarkan cairan berulang.

AAD menjelaskan bahwa dokter kulit akan mempertimbangkan lokasi benjolan, karakteristik lesi, waktu kemunculan, riwayat gejala, serta tanda lain ketika mengevaluasi kemungkinan HS. Pada lesi yang mengeluarkan cairan, pemeriksaan cairan juga terkadang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat infeksi.

Itulah sebabnya foto benjolan saja belum tentu cukup untuk menentukan penyebabnya.

Kapan Benjolan di Ketiak atau Selangkangan Perlu Diperiksa?

Benjolan yang hanya muncul sesekali dan segera membaik mungkin memiliki penyebab yang berbeda dengan benjolan yang terus berulang.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin bila benjolan sering muncul kembali, semakin nyeri, sulit sembuh, bertambah banyak, terus mengeluarkan cairan, atau meninggalkan jaringan parut.

Pemeriksaan juga penting apabila keluhan mulai mengganggu aktivitas, misalnya menimbulkan rasa sakit saat mengangkat tangan, berjalan, atau duduk.

Jika mengalami benjolan berulang di ketiak atau selangkangan, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.DVE/Sp.KK) di DVX Medical Jakarta dapat membantu mengevaluasi penyebab keluhan dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit.

Kesimpulan: HS dan Folikulitis Memiliki Pola yang Berbeda

Sekilas, hidradenitis suppurativa dan folikulitis memang sama-sama bisa terlihat sebagai benjolan merah atau bernanah. Namun, perbedaan hidradenitis suppurativa dan folikulitis lebih jelas jika melihat kedalaman lesi, lokasi, dan terutama pola kekambuhannya.

Folikulitis terutama merupakan peradangan pada folikel rambut dan sering terlihat sebagai benjolan kecil atau pustul. HS lebih khas dengan nodul yang dalam dan nyeri serta cenderung berulang pada area lipatan seperti ketiak dan selangkangan. Pada penyakit yang berkembang, HS juga bisa meninggalkan jaringan parut dan membentuk tunnel di bawah kulit.

Karena berbagai penyakit kulit bisa memiliki tampilan serupa, hindari menentukan diagnosis hanya berdasarkan foto atau bentuk benjolan. Pemeriksaan langsung membantu dokter menilai pola keluhan secara lebih menyeluruh.

1. Apakah hidradenitis suppurativa sama dengan folikulitis?

Tidak. Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut dengan berbagai kemungkinan penyebab, sedangkan hidradenitis suppurativa merupakan penyakit inflamasi kronis yang memiliki pola lesi, lokasi, dan kekambuhan tertentu. Meski demikian, tampilannya dapat menyerupai satu sama lain pada beberapa kondisi.

2. Bagaimana membedakan HS dan folikulitis di ketiak?

Folikulitis sering tampak sebagai benjolan atau pustul kecil di sekitar folikel rambut. HS lebih sering menghasilkan nodul yang terasa lebih dalam dan nyeri, berulang di area yang sama, serta pada sebagian pasien dapat meninggalkan jaringan parut atau membentuk tunnel. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

3. Apakah folikulitis bisa berubah menjadi hidradenitis suppurativa?

Folikulitis dan HS merupakan kondisi yang berbeda. Folikulitis bukan tahapan awal yang otomatis berubah menjadi HS. Namun, HS pada tahap awal bisa tampak menyerupai jerawat, bisul, atau masalah folikel sehingga kadang sulit dibedakan tanpa pemeriksaan.

4. Mengapa benjolan di ketiak terus muncul kembali?

Penyebabnya beragam, mulai dari iritasi dan gangguan folikel rambut hingga kondisi kulit kronis seperti HS. Benjolan berulang pada lokasi yang sama, terutama bila dalam, nyeri, dan meninggalkan jaringan parut, sebaiknya dievaluasi dokter.

5. Apakah benjolan hidradenitis suppurativa selalu bernanah?

Tidak selalu. HS bisa bermula sebagai nodul dalam yang nyeri tanpa nanah yang terlihat. Pada perkembangan selanjutnya, nodul bisa membentuk abses yang berisi cairan atau nanah.

6. Kapan benjolan di selangkangan perlu diperiksa ke dokter?

Pemeriksaan disarankan bila benjolan sering kambuh, semakin banyak, sangat nyeri, sulit sembuh, mengeluarkan cairan berulang, meninggalkan jaringan parut, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Referensi

  1. American Academy of Dermatology (AAD). Hidradenitis Suppurativa: Overview. 2026
  2. American Academy of Dermatology (AAD). Hidradenitis Suppurativa: Signs and Symptoms. 2026
  3. American Academy of Dermatology (AAD). Hidradenitis Suppurativa: Diagnosis and Treatment. 2026
  4. Mayo Clinic. Folliculitis: Symptoms and Causes.2022
  5. DermNet. Folliculitis. 2014

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak ditujukan untuk menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun konsultasi langsung dengan dokter atau tenaga medis profesional.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Vaginal Toilet di DVX Medical Jakarta: Prosedur, Manfaat, dan Kapan Diperlukan
Keluhan berupa keputihan berbau, rasa gatal, perih, atau tidak nyaman pada area vagina sering membuat seseorang ingin segera membersihkan bagian dalam vagina. Salah satu tindakan yang mungkin direkomendasikan setelah pemeriksaan adalah vaginal toilet di Jakarta. Dalam konteks pelayanan medis, vaginal toilet merupakan tindakan pembersihan area vagina yang dilakukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan penilaian dokter. Prosedur ini bukan perawatan kebersihan rutin dan tidak sama dengan penggunaan cairan pembersih atau vaginal douche secara mandiri. Dokter perlu mencari penyebab keluhan terlebih dahulu karena keputihan abnormal bisa berkaitan dengan vaginosis bakterialis, kandidiasis, trikomoniasis, peradangan serviks, iritasi, atau kondisi lain. Oleh sebab itu, vaginal toilet sebaiknya hanya dilakukan bila dokter menilai tindakan tersebut sesuai dengan kondisi pasien.