Bayangkan Anda menjalani kehidupan seksual yang aktif tanpa ...
Kenali Perbedaan Gonore dan Keputihan pada Wanita
Perubahan keputihan, misalnya menjadi lebih banyak, berbau, atau berubah warna, sering membuat wanita khawatir mengalami infeksi menular seksual. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena beberapa gejala gonore pada wanita memang bisa mirip dengan masalah vagina atau saluran kemih, seperti cairan vagina yang berubah dan nyeri saat buang air kecil wanita. Namun, perubahan keputihan tidak selalu berarti gonore.
Memahami perbedaan gonore dan keputihan membantu Anda tidak terburu-buru menilai penyebab hanya dari warna atau bentuk cairan. WHO memperkirakan ada sekitar 82,4 juta kasus baru gonore pada orang dewasa usia 15 sampai 49 tahun di dunia pada 2020. Gonore dapat diobati dengan antibiotik yang tepat, tetapi diagnosis tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis.
Perbedaan Gonore dan Keputihan pada Wanita yang Perlu Diperhatikan
Untuk memahami beda keputihan normal dan tidak normal, jangan hanya melihat warnanya.
Keputihan normal umumnya bening atau putih, tidak berbau tajam, dan tidak disertai rasa gatal, perih, atau nyeri. Keputihan perlu diperiksa jika warnanya berubah, berbau tidak biasa, menggumpal atau berbusa, terutama jika disertai gatal, nyeri, atau rasa perih.
Lalu, bagaimana dengan ciri keputihan gonore? WHO menjelaskan bahwa gonore pada wanita dapat menyebabkan perubahan cairan vagina, rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil, serta perdarahan di luar jadwal menstruasi atau saat berhubungan seksual.
Namun, gonore tidak bisa dipastikan hanya dari warna atau bentuk keputihan. Beberapa infeksi lain juga bisa menimbulkan gejala yang mirip.
Mengapa Gonore pada Wanita Sering Sulit Dikenali?
Gonore pada wanita cukup sulit dikenali karena gejalanya tidak selalu jelas. WHO menyebut sebagian besar wanita yang mengalami gonore dapat tidak merasakan keluhan atau hanya mengalami gejala ringan. Jika muncul, gejalanya dapat berupa perubahan keputihan, rasa terbakar saat buang air kecil, atau perdarahan yang tidak biasa.
Tidak adanya gejala bukan berarti infeksi boleh dibiarkan. Gonore yang tidak ditangani dapat menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan penyakit radang panggul atau PID. CDC mencatat bahwa sekitar 1 dari 8 wanita yang memiliki riwayat PID mengalami kesulitan untuk hamil.
Karena itu, pemeriksaan menjadi penting terutama jika Anda merasa pernah berisiko terpapar infeksi menular seksual, meskipun gejalanya ringan.
Pengobatan Gonore dan Penanganan Keputihan Tidak Normal
Penanganan keputihan abnormal harus disesuaikan dengan penyebabnya. Keputihan akibat infeksi jamur tentu membutuhkan penanganan yang berbeda dengan bacterial vaginosis, trikomoniasis, klamidia, atau gonore.
Dokter biasanya akan menanyakan keluhan, melakukan pemeriksaan bila diperlukan, serta mengambil sampel cairan atau urine untuk mencari penyebabnya. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan gonore atau kondisi lain.
Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotik yang sesuai. Namun, antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan karena bakteri gonore dapat menjadi kebal atau lebih sulit diobati dengan beberapa jenis antibiotik. WHO juga menyoroti meningkatnya masalah kekebalan bakteri gonore terhadap antibiotik.
Pasangan seksual juga dapat perlu diperiksa dan mendapatkan pengobatan. CDC menyarankan pasien untuk tidak melakukan hubungan seksual selama 7 hari setelah pengobatan, sampai pasangan juga telah ditangani dan gejala menghilang. Pemeriksaan ulang sekitar tiga bulan setelah terapi juga dianjurkan karena infeksi dapat terjadi kembali.
Keputihan Berubah dan Khawatir Gonore? Lakukan Pemeriksaan di DVX Medical
Jika keputihan berubah disertai rasa sakit saat buang air kecil, perdarahan yang tidak biasa, nyeri panggul, atau Anda merasa pernah berisiko terpapar infeksi menular seksual, sebaiknya jangan hanya menebak penyebabnya dari warna cairan.
DVX Medical menangani berbagai masalah kulit dan kelamin, termasuk keputihan serta infeksi menular seksual seperti gonore, klamidia, sifilis, HIV, herpes, dan kutil kelamin. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis di bidang Dermatologi dan Venereologi untuk membantu menentukan penyebab keluhan sebelum memilih penanganan yang sesuai.
Untuk keluhan keputihan, DVX Medical juga menyediakan pemeriksaan seperti pemeriksaan Gram dan sediaan basah. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat kemungkinan penyebab infeksi sehingga terapi tidak hanya diberikan berdasarkan dugaan.
Semakin cepat penyebab diketahui, semakin cepat pula penanganan yang tepat dapat diberikan. Anda juga tidak perlu terus merasa khawatir karena hanya mengandalkan warna atau bentuk keputihan sebagai patokan.
DVX Medical Jakarta
Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
0822-6161-4215 (WhatsApp)
DVX Medical Surabaya
Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (WhatsApp)




