Banyak pasien dapat mengingat dengan jelas urutan kejadian antara makanan dan kekambuhan, dan urutan itu terasa seperti bukti.
Banyak pasien dapat mengingat dengan jelas makanan yang sering dicurigai seperti seafood, ayam, telur, makanan pedas, produk susu, atau gluten, yang dikonsumsi sebelum kekambuhan terjadi. Urutan kejadian ini terasa begitu jelas sehingga kesimpulan makanan tersebut menyebabkan kekambuhan terasa hampir tidak terbantahkan.
Namun urutan kejadian saja tidak selalu membuktikan hubungan sebab-akibat. menjelaskan bagaimana perubahan yang tampak terjadi pada satu momen sebenarnya bisa berasal dari proses yang sudah berjalan sebelumnya, sebuah prinsip yang juga relevan ketika mengevaluasi peran makanan.
Munculnya gejala setelah mengonsumsi suatu makanan tidak selalu berarti makanan tersebut adalah penyebabnya.
Baca juga: Apakah Eksim Disebabkan oleh Stres?