Pemicu kekambuhan berbeda pada setiap pasien. Tidak ada daftar pemicu yang berlaku universal, dan tidak semua pemicu relevan untuk semua orang. Tapi ada beberapa kelompok faktor yang paling sering dilaporkan:
Cuaca, AC, dan Polusi Udara
Di Indonesia, faktor lingkungan yang paling relevan berbeda dari negara beriklim empat musim. Cuaca tropis yang panas dan lembap dapat memperburuk eksim melalui keringat yang berlebihan dan iritasi mekanis. Namun ironisnya, paparan AC yang berkepanjangan — yang sangat umum di Jakarta dan Surabaya, baik di kantor, mal, maupun transportasi — menciptakan lingkungan kering yang meningkatkan kehilangan kelembapan kulit. Berpindah berulang kali antara lingkungan panas lembap di luar dan dingin kering di dalam ruangan ber-AC dapat menjadi tekanan tersendiri pada skin barrier yang sudah terganggu. Polusi udara juga menjadi faktor yang semakin relevan, terutama di Jakarta dan Surabaya. Partikel polutan dan bahan kimia di udara dapat menembus atau mengiritasi skin barrier yang sudah lemah, memperburuk peradangan pada pasien yang rentan.
Stres
Stres adalah salah satu pemicu yang paling konsisten dilaporkan pasien, tetapi juga yang paling sering disalahpahami. Stres tidak menyebabkan dermatitis atopik, tetapi dapat memperburuk peradangan yang sudah ada melalui jalur hormonal dan saraf.
Hubungan antara stres dan eksim lebih dalam dari sekadar hubungan sebab-akibat sederhana, dan dibahas secara khusus di artikel terpisah.
Baca Juga: Apakah Eksim disebabkan Oleh Stress
Produk Perawatan Kulit dan Iritan
Sabun dengan bahan aktif kuat, produk dengan parfum, deterjen pakaian, dan bahan kimia rumah tangga tertentu dapat menembus lapisan pelindung kulit yang sudah terganggu dan memicu reaksi. Produk yang ditoleransi saat kulit sedang baik belum tentu ditoleransi saat kulit sedang sensitif.
Keringat dan Gesekan
Keringat mengandung zat yang dapat mengiritasi kulit atopik, terutama di area lipatan. Gesekan dari pakaian berbahan kasar atau ketat juga dapat menjadi pemicu mekanis yang memperburuk kondisi pada area tertentu.
Infeksi
Infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus pada kulit, sering memperburuk dermatitis atopik. Kulit dengan gangguan skin barrier lebih mudah dikolonisasi bakteri ini, yang kemudian memicu respons imun tambahan. Infeksi jamur dan virus tertentu juga dapat memperburuk kondisi.
Faktor Individual Lainnya
Beberapa pasien memiliki pemicu yang sangat spesifik untuk kondisi mereka, seperti bulu hewan, debu, serbuk sari, atau bahan tertentu. Makanan sebagai pemicu adalah topik tersendiri yang memerlukan evaluasi individual.
Baca Juga: Apakah Eksim disebabkan Oleh Makanan?