Infeksi Kuku karena Jamur atau Paronikia? Ini Cara Membedakannya
Jumat, 15 Mei 2026

Infeksi Kuku karena Jamur atau Paronikia? Ini Cara Membedakannya

Keluhan pada kuku seperti berubah warna, menebal, terasa nyeri, atau bengkak sering dianggap sebagai infeksi jamur. Padahal, tidak semua masalah pada kuku disebabkan oleh jamur. Dalam beberapa kasus, gejala ini bisa disebabkan oleh paronikia, yaitu peradangan atau infeksi pada kulit di sekitar kuku.

Kedua kondisi ini memang terlihat mirip, terutama pada tahap awal. Namun, lokasi infeksi, penyebab, hingga cara penanganannya bisa berbeda. Karena itu, penting untuk memahami perbedaan infeksi jamur kuku dan paronikia agar tidak salah mengira kondisi yang dialami.

Apa Itu Infeksi Jamur Kuku?

Infeksi jamur kuku dikenal juga dengan istilah medis onikomikosis. Kondisi ini terjadi ketika jamur menginfeksi bagian kuku, baik kuku tangan maupun kuku kaki. Namun, infeksi lebih sering ditemukan pada kuku kaki karena area tersebut cenderung lembap, tertutup sepatu, dan mudah mengalami trauma kecil.

Jamur bisa tumbuh di bawah kuku dan menyebabkan perubahan bentuk maupun warna kuku secara perlahan. Pada tahap awal, sebagian orang mungkin tidak merasakan nyeri sehingga kondisi sering diabaikan.

Gejala infeksi jamur kuku meliputi:
  • Kuku berubah warna menjadi putih, kuning, cokelat, atau kehitaman
  • Kuku tampak kusam dan tidak sehat
  • Kuku menebal dan sulit dipotong
  • Kuku menjadi rapuh atau mudah hancur
  • Kuku terangkat dari bantalan kuku
  • Kadang muncul bau tidak sedap
Faktor risiko infeksi jamur kuku meliputi penggunaan sepatu tertutup terlalu lama, kaki lembap, sering berkeringat, usia lanjut, diabetes, serta riwayat cedera pada kuku.


Apa Itu Paronikia?

Paronikia adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada kulit di sekitar kuku, terutama di area lipatan kuku. Kondisi ini dapat muncul pada kuku tangan maupun kaki.

Berbeda dengan infeksi jamur kuku yang menyerang lempeng kuku, paronikia lebih sering mengenai jaringan kulit di sisi atau pangkal kuku. Keluhan biasanya muncul lebih cepat dan sering disertai rasa nyeri.

Menurut American Family Physician, paronikia dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu paronikia akut dan paronikia kronis.

Paronikia Akut

Paronikia akut muncul secara tiba-tiba dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri setelah adanya luka kecil di sekitar kuku. Misalnya akibat menggigit kuku, mencabut kutikula, manicure yang terlalu agresif, atau trauma ringan.

Gejalanya meliputi:
  • Kulit sekitar kuku merah
  • Bengkak
  • Nyeri saat disentuh
  • Terasa hangat
  • Bisa muncul nanah
Paronikia Kronis

Paronikia kronis berlangsung lebih lama dan sering kambuh. Kondisi ini biasa terjadi pada tangan orang yang sering terkena air, sabun deterjen, atau bahan kimia.

Pada paronikia kronis, kulit sekitar kuku tampak:
  • Kemerahan
  • Menebal
  • Lembap
  • Kutikula rusak
  • Kuku berubah bentuk
DermNet NZ menjelaskan bahwa pada beberapa kasus, infeksi Candida dapat berkaitan dengan paronikia kronis sehingga keluhan dapat terlihat mirip dengan infeksi jamur kuku.

Perbedaan Infeksi Jamur Kuku dan Paronikia

Perbedaan utama infeksi jamur kuku dan paronikia terletak pada area yang terkena. Infeksi jamur kuku biasanya menyerang lempeng kuku sehingga kuku menebal, rapuh, dan berubah warna. Sementara itu, paronikia menyerang kulit di sekitar kuku sehingga tampak merah, bengkak, nyeri, dan kadang bernanah.

Berikut perbedaan keduanya:

AspekInfeksi Jamur KukuParonikia
Area utamaLempeng kuku dan bantalan kukuKulit/lipatan di sekitar kuku
Awal keluhanPerlahanBisa muncul cepat
Gejala khasKuku menebal, rapuh, berubah warnaKulit merah, bengkak, nyeri
NyeriBiasanya ringan di awalSering terasa nyeri
NanahJarangBisa muncul nanah
Lokasi terseringKuku kakiKuku tangan maupun kaki
Faktor risikoKelembapan, sepatu tertutup, traumaLuka kecil, kutikula rusak, sering kena air
Perjalanan penyakitCenderung kronisBisa akut atau kronis

Walaupun ada perbedaan, kedua kondisi ini bisa muncul bersamaan atau saling berkaitan. Karena itu, pemeriksaan dokter kulit penting untuk memastikan diagnosis yang tepat.



Ciri-Ciri Infeksi Jamur Kuku yang Perlu Diwaspadai

Infeksi jamur kuku umumnya berkembang perlahan sehingga banyak orang baru menyadari setelah kuku mengalami perubahan cukup berat.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
  • Kuku berubah warna menjadi kuning atau kecokelatan
  • Kuku makin menebal dari waktu ke waktu
  • Permukaan kuku tidak rata
  • Kuku rapuh dan mudah patah
  • Kuku terasa terangkat dari dasar kuku
  • Keluhan berlangsung lama dan sulit membaik
Menurut American Family Physician, perubahan kuku tidak selalu berarti infeksi jamur. Psoriasis kuku, trauma kuku, hingga dermatitis tertentu juga dapat menimbulkan perubahan kuku yang mirip.

Karena itu, diagnosis infeksi jamur kuku sebaiknya tidak hanya berdasarkan tampilan visual saja.

Ciri-Ciri Paronikia yang Perlu Diwaspadai

Paronikia biasanya lebih mudah dikenali karena menimbulkan tanda peradangan di sekitar kuku.

Gejalanya dapat berupa:
  • Kulit sekitar kuku merah
  • Bengkak di sisi kuku atau pangkal kuku
  • Nyeri saat ditekan
  • Terasa hangat
  • Muncul nanah
  • Kutikula tampak rusak
  • Keluhan sering kambuh
Pada paronikia akut, nyeri dapat muncul cukup hebat dalam waktu singkat. Sementara pada paronikia kronis, gejala sering berlangsung lama dan berulang.

Kenapa Diagnosis Tidak Boleh Asal Menebak?

Banyak orang mencoba mengatasi keluhan kuku sendiri tanpa mengetahui penyebab pastinya. Padahal, salah mengenali kondisi dapat membuat penanganan menjadi tidak tepat.

Misalnya, paronikia bernanah yang dianggap sebagai jamur kuku mungkin tidak membaik hanya dengan penggunaan produk antijamur. Sebaliknya, kuku menebal akibat psoriasis atau trauma juga bisa keliru dianggap sebagai infeksi jamur.

Dokter kulit biasanya akan menilai bentuk kelainan kuku, lokasi infeksi, durasi keluhan, hingga faktor risiko yang dimiliki pasien. Pada beberapa kasus, pemeriksaan sampel kuku mungkin diperlukan untuk membantu memastikan diagnosis.

Diagnosis yang tepat membantu menentukan langkah penanganan yang sesuai dan mengurangi risiko komplikasi maupun kekambuhan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Kulit?

Segera konsultasikan ke dokter kulit bila mengalami:
  • Kuku berubah warna dan menebal selama berminggu-minggu
  • Kulit sekitar kuku merah dan bengkak
  • Nyeri pada kuku atau lipatan kuku
  • Muncul nanah
  • Kuku mulai terlepas
  • Keluhan sering kambuh
  • Infeksi tampak menyebar
  • Memiliki diabetes atau gangguan daya tahan tubuh
Penanganan lebih dini dapat membantu mencegah kerusakan kuku yang lebih berat dan mempercepat pemulihan.

Pemeriksaan Infeksi Kuku di DVX Medical Jakarta

DVX Medical merupakan klinik spesialis kulit dan kelamin di Jakarta yang menangani berbagai keluhan kulit, kuku, dan infeksi. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK/Sp.DVE) untuk membantu menentukan penyebab keluhan secara lebih tepat.

Keluhan seperti kuku menebal, berubah warna, nyeri di sekitar kuku, bengkak, bernanah, atau infeksi yang sering kambuh sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Dengan pemeriksaan langsung, dokter akan membantu membedakan apakah keluhan disebabkan oleh infeksi jamur kuku, paronikia, dermatitis, trauma kuku, atau kondisi kulit lainnya.

Segera konsultasikan keluhan kuku Anda di DVX Medical Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis yang tepat dan privasi aman.

1. Apakah paronikia sama dengan jamur kuku?
Tidak. Paronikia adalah peradangan atau infeksi pada kulit di sekitar kuku, sedangkan jamur kuku menyerang lempeng kuku atau bantalan kuku.

2. Apakah kuku bernanah pasti paronikia?
Kuku bernanah lebih sering mengarah ke paronikia, tetapi tetap perlu diperiksa dokter untuk memastikan penyebabnya.

3. Apakah infeksi jamur kuku bisa sembuh sendiri?
Infeksi jamur kuku biasanya sulit membaik sendiri dan dapat berlangsung lama bila tidak ditangani dengan tepat.

4. Kenapa kuku kaki lebih sering terkena jamur?
Kuku kaki lebih sering berada di lingkungan lembap dan tertutup sehingga mendukung pertumbuhan jamur.

5. Apakah paronikia bisa kambuh?
Bisa. Terutama bila tangan sering terkena air, bahan iritan, atau kebiasaan merusak kutikula masih dilakukan.

6. Kapan harus ke dokter untuk infeksi kuku?
Segera periksa bila kuku bernanah, sangat nyeri, berubah warna, menebal, atau tidak kunjung membaik.

Referensi Medis

  • American Family Physician. Onychomycosis: Rapid Evidence Review.2021
  • American Family Physician. Acute and Chronic Paronychia.2017
  • DermNet NZ. Fungal Nail Infections. 2022
  • DermNet NZ. Paronychia. 2017
  • NCBI Bookshelf. Paronychia.2023
  • NCBI Bookshelf. Onychomycosis. 2025

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Freorla (abrocitinib) atau Rinvoq (upadacitinib): Faktor Apa yang Dipertimbangkan Dokter?
Pasien yang sudah mencapai tahap diskusi terapi sistemik sering menghadapi pertanyaan berikutnya. Dokter menyebut dua nama: Freorla dan Rinvoq. Keduanya berbentuk tablet. Keduanya termasuk JAK inhibitor. Keduanya digunakan untuk dermatitis atopik sedang hingga berat.