Kamis, 25 Jun 2026

Kutil Kelamin Pria: Ciri, Penyebab, dan Kapan Perlu Periksa ke Dokter

Kutil kelamin pria adalah benjolan pada area intim yang umumnya berkaitan dengan infeksi human papillomavirus atau HPV. Benjolan ini bisa muncul di penis, skrotum, selangkangan, paha bagian dalam, hingga area anus.

Bentuknya tidak selalu sama. Sebagian terlihat seperti bintil kecil berwarna kulit, sementara yang lain tampak menonjol, bertekstur kasar, atau berkelompok menyerupai kembang kol. Keluhan ini sering memicu rasa khawatir, terutama ketika benjolan muncul tanpa rasa nyeri.

Namun, tidak semua benjolan di area kelamin merupakan kutil kelamin. Iritasi kulit, folikulitis, skin tag, molluscum contagiosum, dan kondisi kulit lain bisa terlihat serupa. Karena itu, pemeriksaan bersama dokter spesialis kulit dan kelamin penting untuk memastikan penyebabnya.

Ciri-Ciri Kutil Kelamin Pria

Kutil kelamin pria bisa muncul sebagai satu benjolan atau beberapa benjolan sekaligus. Ukurannya pun bervariasi, dari sangat kecil hingga lebih jelas terlihat.

Beberapa ciri yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Benjolan kecil berwarna kulit, merah muda, atau kecokelatan.
  • Permukaan terasa kasar, lembut, atau tidak rata.
  • Bentuk datar, menonjol, atau menyerupai kembang kol.
  • Muncul di batang penis, kepala penis, skrotum, lipat paha, atau sekitar anus.
  • Gatal, iritasi, rasa tidak nyaman, atau sensasi perih.
  • Mudah lecet atau berdarah akibat gesekan.

Kutil kelamin sering tidak menimbulkan nyeri. Namun, gesekan dari pakaian, aktivitas fisik, atau hubungan seksual bisa membuat area tersebut terasa lebih sensitif.

Menurut NHS, kutil kelamin umumnya tampak sebagai benjolan kecil atau pertumbuhan kulit di sekitar penis maupun anus. Kutil juga bisa muncul beberapa minggu atau bulan setelah kontak seksual dengan pasangan yang membawa HPV.

Penyebab Kutil Kelamin pada Pria

HPV menjadi penyebab utama kutil kelamin. Virus ini berpindah melalui kontak langsung dengan kulit atau mukosa yang terinfeksi ketika berhubungan seksual.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko paparan HPV antara lain:

  • Berhubungan seksual tanpa kondom.
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
  • Memiliki riwayat IMS.
  • Melakukan kontak seksual dengan pasangan yang tidak mengetahui status infeksinya.
  • Memiliki sistem imun yang melemah.
  • Mengabaikan benjolan atau perubahan kulit pada area intim.

Kondom tetap berperan penting dalam menurunkan risiko penularan IMS. Namun, kondom tidak menutup seluruh area kulit genital. Artinya, HPV masih berisiko menyebar melalui kulit yang tidak tertutup kondom.

Menurut WHO, sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan sering hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua tahun. Meski begitu, beberapa jenis HPV dapat menetap dan menimbulkan masalah kesehatan, termasuk kutil kelamin.

Berapa Lama Kutil Kelamin Muncul Setelah Tertular?

Tidak ada waktu yang sama untuk setiap orang. Kutil kelamin bisa muncul dalam beberapa minggu, beberapa bulan, atau lebih lama setelah seseorang terpapar HPV.

Karena masa munculnya sulit dipastikan, kutil kelamin tidak selalu menunjukkan bahwa penularan baru saja terjadi. Seseorang juga tidak bisa langsung mengetahui dari siapa atau kapan HPV masuk ke tubuh.

Fokus utama sebaiknya bukan mencari waktu penularan, melainkan memastikan diagnosis, menjalani penanganan yang sesuai, dan mengurangi risiko penularan kepada pasangan.

Kapan Kutil Kelamin Pria Perlu Diperiksa ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter bila Anda melihat benjolan baru, pertumbuhan kulit, atau perubahan pada penis maupun anus. Jangan menunggu hingga benjolan membesar atau menimbulkan keluhan berat.

Segera konsultasikan ke dokter bila:

  • Benjolan bertambah banyak atau ukurannya membesar.
  • Area intim terasa gatal, nyeri, perih, atau mudah berdarah.
  • Benjolan muncul di sekitar anus atau dekat lubang urine.
  • Keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari atau hubungan seksual.
  • Anda memiliki pasangan dengan riwayat kutil kelamin atau HPV.
  • Anda tidak yakin apakah benjolan tersebut kutil, jerawat, iritasi, atau kondisi lain.

Dokter Sp.KK / Sp.DVE akan menilai bentuk, lokasi, jumlah, serta kondisi kulit di sekitarnya. Pada banyak kasus, dokter bisa mengenali kutil kelamin melalui pemeriksaan langsung. Dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan IMS lain sesuai gejala dan riwayat seksual pasien.

Related Article

Kapan Harus ke Dokter? Ini Tanda-Tanda Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Keputihan adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita dan b...

Perbedaan Kutil Biasa dan Kutil Kelamin pada Pria yang Perlu Diketahui

Kutil merupakan salah satu masalah kulit yang cukup umum ter...

Eksim Basah dan Eksim Kering: Apa Perbedaannya dan Kapan Perlu ke Dokter?

Sebagian orang mengenal istilah eksim basah dan eksim kering...

Kondiloma pada Pria: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Kutil Kelamin

Kondiloma pada pria atau yang lebih dikenal sebagai kutil ke...

Psoriasis dan Kehamilan: Apa yang Perlu Diketahui?

Bagi pasien psoriasis yang sedang merencanakan kehamilan, se...