Sabtu, 26 Sep 2026

Eksim Basah dan Eksim Kering: Apa Perbedaannya dan Kapan Perlu ke Dokter?

Sebagian orang mengenal istilah eksim basah dan eksim kering berdasarkan tampilan keluhan di kulit. Eksim kering biasanya digambarkan sebagai kulit yang kasar, bersisik, pecah-pecah, dan terasa gatal. Sementara itu, eksim basah sering digunakan untuk menyebut ruam yang tampak lembap, melepuh, mengeluarkan cairan, atau membentuk kerak.

Namun, secara medis, eksim basah dan eksim kering bukanlah dua jenis penyakit yang selalu terpisah. Eksim atau dermatitis merupakan kelompok kondisi peradangan kulit dengan tampilan yang bisa berubah sesuai jenis, tingkat peradangan, kondisi lapisan pelindung kulit, hingga adanya infeksi sekunder.

Pada dermatitis atopik, misalnya, kulit dapat terlihat sangat kering dan bersisik. Ketika peradangan meningkat atau kulit terus digaruk, ruam juga bisa menjadi lecet, melepuh, mengeluarkan cairan, kemudian berkerak.

Lantas, bagaimana membedakan kondisi yang sering disebut eksim basah dan eksim kering? Kapan keluhan tersebut perlu diperiksakan ke dokter?

Apa Perbedaan Eksim Basah dan Eksim Kering?

Perbedaan utama eksim basah dan eksim kering terletak pada tampilan kulit saat keluhan terjadi, bukan karena keduanya selalu berasal dari dua penyakit yang berbeda.

AspekEksim KeringEksim Basah
Permukaan kulitKering, kasar, bersisikLembap atau mengeluarkan cairan
Kondisi kulitBisa pecah-pecah atau menebalBisa melepuh dan berkerak
KeluhanGatal, kering, terkadang perihGatal, perih, terasa basah atau nyeri
CairanBiasanya tidak adaBisa muncul cairan bening atau kekuningan
InfeksiTetap mungkin jika kulit terlukaPerlu lebih diperhatikan bila disertai nanah, nyeri, atau demam

Satu area eksim juga dapat berubah dari kondisi kering menjadi lebih lembap atau mengeluarkan cairan ketika terjadi flare atau peradangan yang lebih aktif.

Karena itu, melihat apakah ruam “basah” atau “kering” saja belum cukup untuk menentukan jenis penyakit kulit maupun pengobatan yang tepat.

Mengapa Eksim yang Awalnya Kering Bisa Menjadi Basah?

Ada beberapa kondisi yang bisa membuat area eksim yang sebelumnya tampak kering kemudian mengeluarkan cairan.

1. Peradangan Kulit Semakin Aktif

Pada weeping eczema, peradangan yang aktif dapat menyebabkan cairan keluar ke permukaan kulit. Kondisi ini membuat ruam yang sebelumnya kering tampak lebih lembap atau basah.

2. Kulit Terus Digaruk

Eksim sering menimbulkan rasa gatal. Namun, kebiasaan menggaruk dapat merusak lapisan kulit dan menyebabkan luka terbuka.

Siklus gatal dan garuk ini bisa memperburuk inflamasi sehingga area kulit menjadi lecet, perih, bahkan mengeluarkan cairan.

3. Lepuhan Pecah

Beberapa bentuk eksim dapat menimbulkan lepuhan kecil berisi cairan. Saat lepuhan pecah, cairan keluar sehingga permukaan kulit terlihat basah. Setelah mengering, area tersebut dapat membentuk kerak.

4. Terjadi Infeksi Sekunder

Lapisan kulit yang rusak akibat eksim mempermudah mikroorganisme masuk ke kulit. Bila terjadi infeksi sekunder, keluhan bisa disertai peningkatan cairan, nanah, nyeri, pembengkakan, hingga demam.

Karena penyebabnya tidak selalu sama, sebaiknya hindari menggunakan antibiotik, kortikosteroid, atau obat kulit lain secara sembarangan hanya berdasarkan tampilan ruam.

Apakah Eksim Basah Menular?

Eksim sendiri tidak menular dari satu orang ke orang lain.

Begitu pula dengan weeping eczema. Keluarnya cairan dari area eksim tidak otomatis berarti penyakit tersebut bisa menular melalui sentuhan. AAD secara khusus menyebutkan bahwa weeping eczema bukan kondisi yang menular.

Namun, eksim terkadang bisa mengalami infeksi sekunder. Dokter perlu mengevaluasi kondisi tersebut untuk memastikan penyebab cairan yang muncul sekaligus membedakannya dari penyakit kulit lain yang memang bersifat menular.

Hal ini penting karena beberapa penyakit kulit akibat jamur, bakteri, atau virus dapat memberikan tampilan yang menyerupai dermatitis.

Apakah Perawatan Eksim Basah dan Eksim Kering Sama?

Perawatan eksim perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, jenis dermatitis, tingkat peradangan, pemicu, serta ada atau tidaknya infeksi.

Perawatan Kulit yang Dominan Kering

Pada kondisi kulit yang sangat kering, beberapa langkah perawatan dasar yang umumnya dianjurkan meliputi:

  • menggunakan pelembap atau emolien secara teratur
  • memilih produk perawatan kulit yang lembut dan minim pewangi
  • menghindari mandi terlalu lama dengan air panas
  • menghindari sabun atau produk yang memicu iritasi
  • menjaga kuku tetap pendek untuk mengurangi risiko luka akibat garukan
  • mengenali dan menghindari faktor pemicu eksim bila memungkinkan

Emolien bekerja dengan membantu melembapkan serta membentuk lapisan pelindung untuk mengurangi kehilangan air dari kulit. NHS menyebut emolien sering digunakan untuk membantu menangani kondisi kulit kering, gatal, dan bersisik, termasuk eksim.

Bagaimana Jika Eksim Mengeluarkan Cairan?

Pada area yang sedang basah atau mengeluarkan cairan, pemilihan produk perlu lebih hati-hati.

NHS, misalnya, membedakan jenis emolien berdasarkan kondisi kulit. Ointment yang sangat berminyak lebih sesuai untuk kulit sangat kering, tetapi umumnya tidak digunakan pada area eksim yang sedang mengeluarkan cairan.

Jika ruam baru mulai berair atau cairan terus bertambah, pemeriksaan dokter lebih dianjurkan daripada mencoba berbagai obat sendiri.

Related Article

Kapan Harus ke Dokter? Ini Tanda-Tanda Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Keputihan adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita dan b...

Mengapa Intimate Cleaning Procedure Penting untuk Kesehatan dan Kebersihan Area Kewanitaan?

Kesehatan area kewanitaan merupakan salah satu aspek penting...

Psoriasis dan Kehamilan: Apa yang Perlu Diketahui?

Bagi pasien psoriasis yang sedang merencanakan kehamilan, se...

Psoriasis Kulit Kepala dan Kerontokan Rambut: Apakah Keduanya Berhubungan?

Kerontokan rambut saat psoriasis kulit kepala sedang aktif a...

Eksim dan Dermatitis, Apakah Sama? Kenali Istilah dan Perbedaannya

Istilah eksim dan dermatitis sering muncul ketika membahas k...