Banyak pria menganggap tubuh mudah lelah, libido menurun, at...
Rabu, 20 Mei 2026
Klamidia, IMS Tanpa Gejala yang Sering Tak Disadari
Banyak orang merasa dirinya sehat karena tidak mengalami keluhan apapun setelah melakukan hubungan seksual. Padahal, beberapa jenis infeksi menular seksual dapat berkembang tanpa tanda yang jelas, termasuk klamidia. Kondisi ini sering membuat penderitanya baru menyadari adanya infeksi setelah muncul komplikasi atau saat pasangan mengalami keluhan tertentu.
Klamidia termasuk salah satu IMS tanpa gejala yang cukup sering terjadi. Tidak sedikit pasien merasa bingung karena tidak mengalami nyeri, luka, atau gangguan berarti pada tahap awal. Kondisi inilah yang membuat penyakit ini kerap terlambat ditangani. Kabar baiknya, klamidia dapat dideteksi dan ditangani secara medis apabila diperiksa sejak dini.
Klamidia termasuk salah satu IMS tanpa gejala yang cukup sering terjadi. Tidak sedikit pasien merasa bingung karena tidak mengalami nyeri, luka, atau gangguan berarti pada tahap awal. Kondisi inilah yang membuat penyakit ini kerap terlambat ditangani. Kabar baiknya, klamidia dapat dideteksi dan ditangani secara medis apabila diperiksa sejak dini.
Klamidia, IMS Tanpa Gejala yang Sering Tak Disadari
Klamidia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita dan biasanya menyerang organ reproduksi, saluran kemih, anus, hingga tenggorokan.
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 129 juta kasus baru klamidia terjadi setiap tahun di seluruh dunia. WHO juga menyebut banyak penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi karena gejalanya minimal atau bahkan tidak ada sama sekali.
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 129 juta kasus baru klamidia terjadi setiap tahun di seluruh dunia. WHO juga menyebut banyak penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi karena gejalanya minimal atau bahkan tidak ada sama sekali.
Penyebab Klamidia yang Perlu Diwaspadai
Penyebab klamidia adalah infeksi bakteri Chlamydia trachomatis yang ditularkan melalui kontak seksual. Risiko penularan dapat meningkat pada beberapa kondisi berikut:
Penelitian yang dipublikasikan di NCBI (National Center for Biotechnology Information) menyebutkan bahwa prevalensi klamidia tertinggi ditemukan pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun, dengan angka kasus mencapai 2.484,6 per 100.000 orang pada usia 20 hingga 24 tahun.
- Hubungan seksual tanpa kondom
- Berganti pasangan seksual
- Memiliki pasangan dengan riwayat IMS
- Tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seksual
- Pernah mengalami infeksi menular seksual sebelumnya
Penelitian yang dipublikasikan di NCBI (National Center for Biotechnology Information) menyebutkan bahwa prevalensi klamidia tertinggi ditemukan pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun, dengan angka kasus mencapai 2.484,6 per 100.000 orang pada usia 20 hingga 24 tahun.
Bahaya Klamidia Jika Tidak Segera Diobati
Mengabaikan klamidia bukan hanya berisiko terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap pasangan dan calon anak Anda di masa depan. Komplikasi serius yang dapat terjadi meliputi:
Pada Wanita:
Baca Juga: Penyakit Radang Panggul Akibat IMS, Hubungan dengan Klamidia dan Gonore
Pada Pria:
Pada Wanita:
- Penyakit Radang Panggul (PID): Infeksi yang menyebar ke rahim dan tuba falopi, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen.
- Infertilitas: Kerusakan pada tuba falopi akibat infeksi berulang dapat membuat kehamilan menjadi sulit atau tidak mungkin terjadi.
- Kehamilan Ektopik: Kondisi berbahaya di mana janin berkembang di luar rahim, yang mengancam jiwa ibu.
- Risiko pada Kehamilan: Ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan bakteri kepada bayi saat proses persalinan, menyebabkan pneumonia atau infeksi mata pada bayi.
Baca Juga: Penyakit Radang Panggul Akibat IMS, Hubungan dengan Klamidia dan Gonore
Pada Pria:
- Epididimitis: Peradangan pada epididimis yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan gangguan kesuburan.
- Infertilitas: Meskipun jarang, klamidia yang tidak diobati dapat memengaruhi kualitas sperma.
Jangan Abaikan Klamidia Sebelum Menjadi Lebih Serius
Klamidia sering tidak menunjukkan tanda yang jelas, tetapi dampaknya dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan kualitas hidup bila dibiarkan terlalu lama. Jika Anda memiliki faktor risiko atau mengalami keluhan sekecil apa pun, pemeriksaan lebih awal dapat menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri maupun pasangan.
DVX Medical Jakarta
Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
0822-6161-4215 (Whatsapp)
DVX Medical Surabaya
Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (Whatsapp)
DVX Medical Jakarta
Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
0822-6161-4215 (Whatsapp)
DVX Medical Surabaya
Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (Whatsapp)




