Eksim bisa jadi musuh besar bagi kenyamanan hidup. Gatal tak...
Perawatan Psoriasis di DVX Medical Surabaya untuk Keluhan yang Sering Kambuh
Psoriasis sempat membaik setelah menjalani pengobatan, tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian bercak kembali muncul? Kondisi seperti ini cukup umum pada psoriasis. Psoriasis merupakan penyakit kulit kronis yang berkaitan dengan aktivitas sistem imun dan bisa mengalami periode membaik atau remisi, kemudian kembali aktif atau mengalami flare.
Karena sifatnya yang kronis, perawatan psoriasis untuk keluhan yang sering kambuh tidak hanya berfokus pada meredakan bercak saat muncul. Dokter akan mempertimbangkan pola kekambuhan, faktor pemicu, lokasi dan luas lesi, hingga respons terhadap terapi sebelumnya.
Faktor yang Bisa Memicu Psoriasis Kembali Muncul
Tidak semua pasien memiliki pemicu yang sama. Mengenali pola kapan psoriasis memburuk dapat membantu pasien dan dokter menyusun strategi pengelolaan yang lebih sesuai.
Beberapa faktor yang diketahui berkaitan dengan flare psoriasis antara lain:
1. Stres
Stres menjadi salah satu pemicu psoriasis yang cukup sering dilaporkan. Pada sebagian orang, periode stres dapat diikuti dengan munculnya flare atau memburuknya keluhan yang sebelumnya sudah terkendali.
2. Cedera atau Iritasi Kulit
Luka, goresan, garukan, atau cedera pada kulit dapat memicu munculnya lesi psoriasis baru pada sebagian pasien. Oleh karena itu, menjaga kulit dari iritasi berulang juga menjadi bagian dari pengelolaan psoriasis.
3. Infeksi dan Kondisi Kesehatan Tertentu
Infeksi tertentu juga bisa berhubungan dengan flare psoriasis. Bila psoriasis memburuk setelah sakit atau muncul bersamaan dengan keluhan kesehatan lainnya, kondisi tersebut sebaiknya disampaikan saat konsultasi.
4. Kebiasaan dan Faktor Lingkungan
Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta cuaca dingin dan kering termasuk faktor yang bisa memicu atau memperburuk psoriasis pada sebagian orang. Namun, pemicunya tetap bisa berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya.
Mencatat kapan psoriasis memburuk dan kondisi apa yang terjadi sebelumnya bisa membantu mengenali pola kekambuhan.
Apa Saja Pilihan Perawatan Psoriasis?
Pilihan perawatan psoriasis cukup beragam. Dokter akan menentukannya berdasarkan jenis psoriasis, lokasi lesi, tingkat keparahan, kondisi kesehatan pasien, serta respons terhadap terapi sebelumnya.
Secara umum, beberapa pilihan terapi meliputi:
1. Obat Topikal
Obat yang digunakan langsung pada permukaan kulit, seperti krim atau salep, sering menjadi salah satu pilihan untuk menangani psoriasis, terutama pada kondisi tertentu. Pemilihan jenis obat dan cara penggunaannya perlu disesuaikan dengan area kulit yang terkena serta tingkat keparahan keluhan.
2. Fototerapi
Fototerapi menggunakan paparan cahaya tertentu secara terkontrol untuk membantu menangani psoriasis. Terapi cahaya medis berbeda dengan sekadar berjemur atau menggunakan tanning bed. AAD menekankan bahwa fototerapi untuk psoriasis sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter kulit karena paparan ultraviolet yang tidak tepat bisa merusak kulit.
3. Terapi Sistemik
Pada psoriasis yang lebih luas atau memiliki tingkat keparahan tertentu, dokter bisa mempertimbangkan terapi sistemik. Obat jenis ini bekerja di dalam tubuh dan penggunaannya membutuhkan penilaian serta pemantauan medis.
4. Terapi Biologis
Terapi biologis menargetkan bagian tertentu dari sistem imun yang berperan dalam psoriasis. Terapi ini bukan pilihan yang otomatis diperlukan setiap pasien dan penggunaannya bergantung pada kondisi klinis serta pertimbangan dokter.
Dengan banyaknya pilihan tersebut, fokus perawatan bukan mencari terapi yang dianggap “paling ampuh” untuk semua orang, melainkan menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Perawatan Psoriasis Tidak Hanya Dilakukan Saat Sedang Kambuh
Salah satu kesalahan yang mungkin terjadi adalah menganggap psoriasis hanya perlu diperhatikan ketika bercak sedang muncul.
Padahal, psoriasis sering membutuhkan strategi pengelolaan jangka panjang. AAD menyebut psoriasis sebagai kondisi yang sering berlangsung seumur hidup dan menyarankan pasien untuk menjaga kulit, mengenali pemicu, menjalani terapi sesuai kebutuhan, serta memberi tahu dokter mengenai keluhan lain yang muncul.
Selain mengikuti terapi yang sudah direkomendasikan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain menjaga kelembapan kulit, menghindari iritasi, mengenali kemungkinan trigger, serta melakukan kontrol ulang ketika kondisi berubah.
Perhatikan pula perubahan pada kuku atau munculnya keluhan sendi. Informasi tersebut penting disampaikan kepada dokter karena psoriasis tidak selalu hanya memengaruhi permukaan kulit.
Kapan Psoriasis yang Sering Kambuh Sebaiknya Diperiksakan?
Tidak semua flare membutuhkan perubahan terapi. Namun, evaluasi dokter sebaiknya dipertimbangkan ketika psoriasis mulai sulit dikendalikan atau mengganggu kehidupan sehari-hari.
Konsultasikan kondisi Anda apabila:
- bercak psoriasis semakin luas atau bertambah banyak,
- psoriasis semakin sering kambuh,
- rasa gatal, nyeri, atau sensasi terbakar mengganggu tidur dan aktivitas,
- terapi yang sebelumnya membantu terasa kurang efektif,
- psoriasis muncul pada area yang sulit ditangani,
- terjadi perubahan pada kuku, atau
- muncul nyeri, kaku, maupun pembengkakan pada sendi.
Psoriasis memang bisa disertai gangguan sendi yang dikenal sebagai psoriatic arthritis. Karena itu, keluhan sendi pada orang dengan psoriasis sebaiknya tidak diabaikan.




