Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua tes HIV. Berikut gambaran masa jendela berdasarkan metode pemeriksaan.
NAT: sekitar 10–33 hari setelah paparan
Nucleic Acid Test atau NAT mencari materi genetik HIV di dalam darah. Menurut CDC, NAT umumnya mulai mengenali infeksi sekitar 10–33 hari setelah paparan pada orang yang tidak memakai obat antiretroviral.
Tes ini bukan skrining rutin untuk semua orang. Dokter biasanya mempertimbangkannya pada kondisi tertentu, misalnya saat ada dugaan infeksi HIV akut atau paparan masih tergolong baru.
Tes antigen/antibodi laboratorium: sekitar 18–45 hari
Tes antigen/antibodi generasi keempat mencari antigen p24 dan antibodi HIV dalam satu pemeriksaan.
Untuk sampel darah vena yang diperiksa di laboratorium, CDC mencantumkan masa jendela sekitar 18–45 hari setelah paparan.
British HIV Association (BHIVA) juga memakai batas sekitar 45 hari untuk tes laboratorium generasi keempat.
Metode ini sering menjadi pilihan pemeriksaan karena mampu mengenali infeksi lebih awal dibandingkan tes yang hanya mencari antibodi.
Rapid test antigen/antibodi: sekitar 18–90 hari
Rapid test antigen/antibodi yang memakai darah dari ujung jari memiliki masa jendela lebih panjang, sekitar 18–90 hari menurut CDC.
Karena itu, hasil negatif perlu dibaca sesuai waktu paparan dan jenis alat tes yang digunakan.
Tes antibodi: sekitar 23–90 hari
Sebagian rapid test dan HIV self-test hanya mencari antibodi terhadap HIV. CDC mencantumkan masa jendela sekitar 23–90 hari setelah paparan untuk tes antibodi.
Jika tes berlangsung sebelum masa jendela berakhir, dokter mungkin menyarankan tes ulang pada waktu yang lebih sesuai.