Kamis, 04 Jun 2026

Efek Samping Dupilumab: Seberapa Sering dan Seberapa Serius?

Dupilumab (Dupixent®) memiliki profil efek samping yang berbeda dari imunosupresan sistemik konvensional. Efek samping yang paling sering dilaporkan bersifat lokal atau terbatas, bukan tanda-tanda penekanan sistem imun yang luas. Namun seperti semua terapi, dupilumab (Dupixent®) dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan dan pasien perlu mengetahui apa yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Cara Kerja Dupilumab Dermatitis Atopik

Efek Samping yang Paling Sering Dilaporkan

Reaksi di Area Suntikan

Kemerahan, bengkak, nyeri ringan, atau rasa tidak nyaman di area suntikan adalah efek samping yang paling umum dilaporkan. Reaksi ini biasanya bersifat sementara dan berkurang setelah beberapa suntikan pertama. Pada sebagian pasien, reaksi ini tidak muncul sama sekali.

Reaksi alergi berat terhadap suntikan, termasuk anafilaksis, sangat jarang terjadi tetapi perlu dikenali. Gejala seperti sesak napas, pembengkakan wajah, atau pusing segera setelah suntikan memerlukan penanganan darurat.

Konjungtivitis

Konjungtivitis atau peradangan pada selaput mata adalah efek samping yang lebih spesifik untuk dupilumab (Dupixent®) dan lebih sering ditemukan dibandingkan pada terapi konvensional untuk dermatitis atopik. Pasien dapat mengalami mata merah, gatal, berair, atau sensasi mengganjal.

Konjungtivitis yang terkait dupilumab (Dupixent®) umumnya tidak mengancam penglihatan, tetapi perlu dievaluasi jika gejala persisten, terasa nyeri, atau disertai penurunan ketajaman penglihatan. Dokter spesialis dapat merujuk ke dokter mata bila diperlukan.

Herpes Oral dan Herpes Zoster

Pada sebagian kecil pasien, dupilumab (Dupixent®) dikaitkan dengan peningkatan frekuensi herpes oral (cold sores) atau herpes zoster. Efek ini tidak termasuk efek samping yang paling sering dilaporkan pada dupilumab (Dupixent®). Mekanisme yang mendasari ini masih dalam penelitian. Pasien dengan riwayat herpes oral perlu menginformasikan hal ini kepada dokter spesialis sebelum terapi dimulai.

Herpes zoster yang muncul selama terapi dupilumab (Dupixent®) perlu dievaluasi dan ditangani. Pada umumnya kondisi ini dapat dikelola, tetapi tidak boleh diabaikan.

Related Article

Dupilumab: Seberapa Efektif untuk Dermatitis Atopik?

Sebelum dupilumab (Dupixent®) tersedia, pasien dengan dermat...

Memahami Risiko dan Efek Samping Terapi Biologik untuk Psoriasis

Banyak pasien yang mempertimbangkan terapi biologik untuk ps...

Biktarvy, Regimen ARV yang Lebih Aman dan Minim Efek Samping

Biktarvy adalah salah satu regimen ARV yang mengandung kombi...

Cara Menyembuhkan Sifilis: Panduan Lengkap dan Efektif

Sifilis, penyakit yang sering kali disalahpahami dan diabaik...

Ejakulasi Dini dan Disfungsi Ereksi, Apa Bedanya?

Banyak pria merasa bingung membedakan antara ejakulasi dini ...