Beberapa tahun terakhir, istilah Topical Steroid Withdrawal ...
Rabu, 20 Mei 2026
Apa Itu Topical Steroid Withdrawal dan Mengapa Bisa Terjadi?
Krim atau salep steroid topikal sering digunakan untuk membantu meredakan peradangan pada kulit, misalnya pada eksim, dermatitis, ruam, atau gatal yang berulang. Jika digunakan sesuai indikasi dan dalam pengawasan dokter, terapi ini dapat memberikan manfaat yang signifikan. Namun, penggunaan yang terlalu lama, terlalu kuat, atau tidak sesuai arahan medis dapat meningkatkan risiko efek samping pada kulit, termasuk reaksi yang dikenal sebagai Topical Steroid Withdrawal atau TSW.
Topical Steroid Withdrawal dapat terjadi ketika kulit bereaksi setelah penggunaan steroid topikal dihentikan, terutama setelah pemakaian jangka panjang atau penggunaan steroid potensi sedang hingga tinggi. Keluhannya bisa berupa kulit merah, terasa panas, perih, gatal berat, mengelupas, hingga sangat sensitif. Karena gejalanya dapat menyerupai eksim kambuh, dermatitis berat, iritasi, atau alergi kulit, pemeriksaan dokter spesialis kulit penting untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang aman.
Mengapa Topical Steroid Withdrawal Bisa Terjadi?
TSW umumnya dikaitkan dengan penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat, terutama bila digunakan dalam durasi lama, pada area kulit sensitif, atau dengan potensi yang terlalu kuat. Mekanisme pasti TSW masih menjadi pembahasan medis, tetapi ada beberapa faktor yang diduga berperan.
1. Penggunaan steroid topikal terlalu lama
Steroid topikal bekerja dengan menekan peradangan pada kulit. Pada kondisi tertentu, efek ini memang dibutuhkan. Namun, bila digunakan terus-menerus dalam jangka panjang tanpa evaluasi dokter, kulit dapat mengalami perubahan respons terhadap steroid.
Saat pemakaian dihentikan, sebagian pasien dapat mengalami reaksi rebound, yaitu keluhan kulit muncul kembali dengan intensitas yang lebih berat. Kondisi ini bisa tampak sebagai kemerahan luas, rasa panas, gatal berat, atau kulit yang sangat sensitif.
2. Penggunaan steroid potensi sedang hingga tinggi
Kortikosteroid topikal memiliki berbagai tingkat kekuatan, mulai dari ringan hingga sangat kuat. Penggunaan steroid potensi tinggi tidak boleh sembarangan, terutama pada area kulit yang tipis seperti wajah, leher, lipatan tubuh, dan area genital.
Menurut StatPearls dari NCBI Bookshelf, risiko efek samping steroid topikal dapat meningkat pada penggunaan potensi tinggi, penggunaan jangka panjang, area aplikasi yang luas, atau penggunaan pada kulit dengan barrier yang terganggu. Karena itu, pemilihan jenis steroid, durasi pemakaian, dan area aplikasi perlu disesuaikan dengan kondisi pasien.
3. Pemakaian di area kulit sensitif
Area wajah, kelopak mata, leher, lipatan tubuh, dan genital memiliki kulit yang lebih tipis dan lebih mudah menyerap bahan aktif. Bila steroid kuat digunakan di area tersebut terlalu lama, risiko iritasi, penipisan kulit, dermatitis perioral, rosacea-like eruption, hingga reaksi setelah penghentian dapat meningkat.
Sebuah systematic review yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Dermatology melaporkan bahwa kasus topical corticosteroid withdrawal banyak ditemukan pada area wajah dan genital, terutama dalam konteks penggunaan steroid potensi tinggi yang tidak sesuai atau terlalu lama.
4. Penggunaan tanpa diagnosis yang jelas
Sebagian pasien menggunakan krim steroid karena keluhan kulit terasa cepat membaik setelah dipakai. Masalahnya, tidak semua ruam, gatal, atau kemerahan cocok ditangani dengan steroid. Pada infeksi jamur, misalnya, penggunaan steroid tanpa antijamur yang tepat justru dapat menyamarkan gejala dan memperburuk kondisi.
Pemakaian tanpa diagnosis yang jelas juga dapat membuat pasien menggunakan steroid berulang setiap kali keluhan muncul. Dalam jangka panjang, pola ini dapat meningkatkan risiko efek samping dan menyulitkan dokter menilai kondisi asli kulit.
Gejala Topical Steroid Withdrawal yang Perlu Diwaspadai
Gejala TSW dapat bervariasi pada setiap orang. Ada pasien yang mengalami keluhan ringan, tetapi ada juga yang merasa sangat terganggu hingga sulit tidur atau sulit beraktivitas. Beberapa gejala yang sering dilaporkan antara lain:
- Kulit merah menyala atau tampak meradang
- Sensasi terbakar, panas, atau perih
- Gatal berat
- Kulit mengelupas atau bersisik
- Bengkak pada area tertentu
- Kulit terasa sangat sensitif
- Muncul cairan atau oozing pada kulit yang meradang
- Rasa tidak nyaman yang memburuk setelah steroid dihentikan
- Gangguan tidur akibat panas atau gatal
National Eczema Association menyebutkan bahwa gejala seperti burning sensation, kemerahan, dan rasa tidak nyaman dapat muncul setelah penghentian steroid topikal, terutama pada pasien dengan riwayat penggunaan jangka panjang. Namun, gejala-gejala tersebut tetap perlu dievaluasi karena dapat menyerupai kondisi kulit lain.
Perbedaan TSW dan Eksim Kambuh
TSW dan eksim kambuh bisa sama-sama membuat kulit merah, gatal, kering, dan meradang. Namun, ada beberapa pola yang dapat membantu dokter menilai penyebabnya.
Tabel ini hanya gambaran umum, bukan alat diagnosis mandiri. Pada praktiknya, dokter akan menilai riwayat penggunaan obat, lokasi ruam, pola gejala, kemungkinan infeksi, alergi, serta kondisi kulit lain yang mungkin mirip.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Topical Steroid Withdrawal?
Tidak semua orang yang menggunakan steroid topikal akan mengalami TSW. Namun, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko, antara lain:
- Menggunakan steroid topikal dalam jangka panjang tanpa kontrol dokter
- Menggunakan steroid potensi sedang hingga tinggi
- Menggunakan steroid pada wajah, leher, lipatan, atau area genital
- Menggunakan steroid berulang setiap kali kulit gatal atau merah tanpa diagnosis pasti
- Memiliki riwayat dermatitis atopik atau eksim kronis
- Menggunakan beberapa produk kulit secara bersamaan sehingga iritasi sulit dikenali
Pasien dengan kulit sensitif atau kondisi dermatitis kronis sebaiknya memiliki rencana perawatan yang jelas, termasuk kapan steroid boleh digunakan, berapa lama, seberapa banyak, dan kapan harus kontrol ulang.




