Saat ini HIV memang belum dapat disembuhkan. Namun, itu buka...
Kondom Robek Saat Berhubungan, Apakah Perlu Obat Pencegah HIV (PEP)?
dr. Christopher Toshihiro Wirya, Sp.DVE
Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
DVX Medical Clinic
Update 9 Maret 2026
Kondom yang robek saat berhubungan intim dapat meningkatkan risiko penularan HIV, terutama jika status HIV pasangan tidak diketahui. Di situasi seperti ini, penting untuk memahami langkah-langkah medis yang harus dilakukan untuk mencegah penularan.
Salah satu upaya yang sering direkomendasikan adalah menggunakan obat pencegah HIV seperti ;Post-Exposure Prophylaxis ;(PEP). PEP bekerja dengan cara menghambat perkembangan virus HIV di dalam tubuh, sehingga risiko infeksi dapat dicegah.
Kondom Robek Saat Berhubungan, Apakah Berbahaya?
Kondom merupakan salah satu metode yang paling efektif untuk membantu mencegah penularan HIV dan infeksi menular seksual. Namun dalam beberapa situasi, kondom bisa robek, bocor, atau terlepas saat berhubungan.
Ketika hal ini terjadi, wajar jika muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan tertular HIV. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan PEP (Post-Exposure Prophylaxis), yaitu obat pencegah HIV yang digunakan setelah paparan berisiko. Terapi ini harus dimulai maksimal 72 jam setelah kejadian.
Baca juga “Dapatkan PrEP dan PEP HIV yang Aman di DVX Medical Surabaya”
Apa Itu PEP?
PEP (Post-Exposure Prophylaxis) adalah terapi menggunakan kombinasi obat antiretroviral yang diberikan setelah seseorang berisiko terpapar HIV. Tujuannya adalah membantu mencegah virus berkembang di dalam tubuh setelah paparan. ;
Menurut National Institutes of Health, PEP dapat membantu menurunkan risiko infeksi HIV jika:
- Dimulai maksimal 72 jam setelah paparan, dan
- Diminum secara teratur selama 30 hari tanpa absen.
Kapan Sebaiknya Obat PEP Dikonsumsi?
- Kondom robek saat berhubungan
- Hubungan seksual tanpa kondom
- Pasangan memiliki HIV atau status HIV tidak diketahui
- Paparan darah yang berpotensi mengandung HIV
Keputusan penggunaan PEP biasanya ditentukan setelah evaluasi medis terhadap tingkat risiko paparan.




