Pernah dengar soal Pap Smear tapi masih ragu kapan harus mul...
Jumat, 13 Feb 2026
Kapan Waktu Ideal Melakukan Skrining IMS?
Banyak orang masih bingung kapan waktu ideal melakukan skrining Infeksi Menular Seksual (IMS). Sebagian menunggu hingga muncul gejala, sementara yang lain ragu apakah pemeriksaan perlu dilakukan saat merasa sehat. Padahal, menunggu gejala sering kali membuat IMS terlambat terdeteksi.
Skrining IMS bukan tentang menilai perilaku seseorang, melainkan langkah preventif untuk menjaga kesehatan diri dan pasangan. Dengan memahami waktu yang tepat, Anda dapat mencegah komplikasi dan penularan lebih lanjut.
Skrining IMS Meski Tanpa Gejala
Banyak orang merasa tidak perlu skrining IMS karena tidak mengalami keluhan. Padahal, sebagian besar IMS dapat berlangsung tanpa gejala selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami IMS tanpa gejala dibandingkan pria. Tanpa skrining rutin, infeksi dapat menyebar ke organ reproduksi bagian dalam dan menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit radang panggul dan gangguan kesuburan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan skrining IMS secara berkala pada individu aktif seksual, meskipun merasa sehat.
Kapan Wanita Dianjurkan Melakukan Skrining IMS?
Wanita aktif seksual dianjurkan melakukan skrining IMS secara rutin, bahkan tanpa gejala. Hal ini karena IMS pada wanita sering kali tidak menunjukkan tanda awal yang jelas.
Skrining IMS pada wanita juga dianjurkan:
- Saat memiliki pasangan baru
- Setelah hubungan seksual berisiko
- Sebelum merencanakan kehamilan
- Selama kehamilan sesuai anjuran dokter
Skrining rutin membantu mencegah komplikasi serius seperti infertilitas dan komplikasi kehamilan.
Kapan Pria Dianjurkan Melakukan Skrining IMS?
Pria juga perlu melakukan skrining IMS, terutama bila memiliki faktor risiko tertentu. Skrining tidak hanya dilakukan saat muncul gejala, karena infeksi tetap dapat menular meski tanpa keluhan.
Pria dianjurkan skrining IMS bila:
- Aktif secara seksual
- Memiliki lebih dari satu pasangan
- Melakukan hubungan seksual tanpa kondom
- Memiliki pasangan dengan riwayat IMS
Pendekatan preventif ini membantu melindungi kesehatan pria dan pasangannya.
Apakah Skrining IMS Perlu Dilakukan Secara Rutin?
Skrining IMS rutin dianjurkan bagi individu dengan risiko tertentu. Frekuensi skrining dapat berbeda-beda, mulai dari setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali, tergantung tingkat risiko dan rekomendasi dokter.
Konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK / Sp.DVE) membantu menentukan jenis pemeriksaan dan jadwal skrining yang paling sesuai.




