Tahukah Anda bahwa banyak orang yang mengidap infeksi menula...
Kamis, 25 Sep 2025
Kapan Harus Melakukan Skrining IMS Meski Tidak Ada Gejala?
Banyak orang mengira bahwa tes infeksi menular seksual (IMS) hanya diperlukan ketika tubuh menunjukkan gejala. Padahal, sebagian besar IMS justru berkembang tanpa tanda yang jelas. Inilah yang membuat banyak kasus tidak terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi serius. Untuk itu, skrining IMS menjadi langkah penting, bahkan saat Anda merasa sehat-sehat saja.
Kelompok yang Dianjurkan Tes IMS Rutin
- Tes HIV untuk Usia 13–64 Tahun
Setiap orang dalam kelompok usia ini disarankan melakukan tes HIV setidaknya sekali seumur hidup. Bagi yang memiliki faktor risiko, tes dilakukan lebih sering. - Perempuan Aktif Seksual di Bawah 25 Tahun
Rutin cek klamidia dan gonore setahun sekali, karena kelompok usia ini memiliki kerentanan lebih tinggi. - Perempuan =25 Tahun dengan Risiko Tambahan
Mereka yang sering berganti pasangan atau jarang menggunakan kondom sebaiknya melakukan tes IMS berkala. - Laki-Laki Seks dengan Laki-Laki (MSM)
Skrining minimal setahun sekali, dan setiap 3–6 bulan bila aktif seksual dengan banyak pasangan. Pemeriksaan sebaiknya mencakup uretra, rektal, dan orofaring. - Pengguna PrEP atau Doxy-PEP
Kelompok ini memerlukan tes IMS komprehensif setiap 3–6 bulan. - Ibu Hamil
Skrining di awal kehamilan untuk HIV, sifilis, hepatitis, serta klamidia dan gonore sangat dianjurkan. Ulangan dapat dilakukan pada trimester akhir bila ada risiko tinggi.
Riwayat IMS Sebelumnya
Mereka yang pernah terinfeksi dalam 12 bulan terakhir memiliki kemungkinan reinfeksi lebih besar sehingga tes ulang penting dilakukan.
Seberapa Sering Harus Tes?
- Hubungan monogami stabil: cukup skrining di awal hubungan.
- Sering berganti pasangan: minimal setahun sekali, idealnya tiap 3–6 bulan.
- Pengguna PrEP dan MSM aktif: lebih baik melakukan tes tiap 3 bulan.
Persiapan Sebelum Tes
- Hindari buang air kecil 1 jam sebelum tes urine.
- Informasikan ke dokter bila sedang menggunakan antibiotik.
- Ikuti arahan tenaga medis untuk akurasi hasil.
Proses skrining di DVX Medical Jakarta dimulai dari konsultasi, pengambilan sampel, hingga penjelasan hasil yang biasanya keluar dalam beberapa hari.




