Selasa, 29 Sep 2026

Eksim atau Jamur Kulit? Kenali Perbedaan Ruam Gatal yang Sering Tertukar

Ruam merah, gatal, kering, dan bersisik sering membuat seseorang bertanya-tanya: apakah ini eksim atau jamur kulit? Pertanyaan tersebut cukup wajar karena beberapa kondisi kulit memang memiliki tampilan yang mirip, terutama jika hanya dilihat sekilas.

Eksim seperti dermatitis atopik bisa menyebabkan kulit sangat gatal, kering, bersisik, meradang, bahkan pecah-pecah. Sementara itu, infeksi jamur kulit seperti tinea corporis juga sering menimbulkan ruam gatal dan bersisik. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut dermatitis atopik bisa muncul dengan kulit yang gatal, kering, bersisik, meradang, hingga mengalami luka akibat garukan.

Meski tampilannya bisa menyerupai satu sama lain, eksim dan jamur kulit memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Karena itu, memahami karakteristik dasarnya penting agar Anda tidak terburu-buru memilih obat hanya berdasarkan tampilan ruam.

Apa Perbedaan Eksim dan Jamur Kulit?

Ada beberapa karakteristik yang dapat membantu memahami perbedaan eksim dan jamur kulit. Namun, ciri-ciri berikut tidak dimaksudkan sebagai dasar untuk melakukan diagnosis sendiri.

1. Penyebabnya Berbeda

Eksim merupakan istilah untuk sekelompok kondisi yang menyebabkan kulit mengalami peradangan. Salah satu jenis yang cukup dikenal adalah dermatitis atopik.

Pada dermatitis atopik, masalah pada lapisan pelindung kulit dan respons sistem imun berperan dalam terjadinya kulit kering, mudah teriritasi, dan meradang.

Berbeda dengan eksim, jamur kulit terjadi akibat infeksi fungi. Salah satu kelompok yang sering menyebabkan infeksi pada kulit adalah dermatofita.

Infeksi akibat dermatofita dikenal sebagai tinea atau ringworm. Lokasinya menentukan istilah yang digunakan, misalnya tinea corporis pada kulit tubuh, tinea cruris pada area selangkangan, dan tinea pedis pada kaki.

2. Pola Ruam Bisa Berbeda

Pada eksim, tampilan ruam sangat bervariasi. Dermatitis atopik misalnya bisa menyebabkan:

  • kulit sangat gatal
  • kulit kering dan bersisik
  • area kulit meradang
  • bekas garukan
  • kulit pecah-pecah
  • kulit menebal akibat garukan kronis
  • pada kondisi tertentu muncul cairan atau keropeng

Keluhan dermatitis atopik juga bisa kambuh dan hilang dalam periode tertentu atau mengalami flare berulang.

Sementara itu, tinea corporis klasik sering menimbulkan ruam yang berbentuk bulat atau menyerupai cincin. Tepinya terlihat lebih menonjol dan bersisik, sementara bagian tengahnya terkadang terlihat lebih bersih.

AAD menjelaskan ringworm pada kulit sering terlihat sebagai bercak bulat dengan batas yang meninggi dan bersisik. Bercak tersebut perlahan akan membesar dan terasa sangat gatal.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua jamur kulit berbentuk cincin. Infeksi jamur pada telapak kaki, selangkangan, kulit kepala, atau kuku bisa memiliki tampilan yang berbeda.

Artinya, anggapan bahwa “ruam melingkar pasti jamur” tidak selalu tepat.

Tabel Perbedaan Eksim dan Jamur Kulit

PembedaEksimJamur Kulit
PenyebabPeradangan kulit dengan mekanisme yang bervariasiInfeksi fungi
Rasa gatalUmum terjadiUmum terjadi
Kulit bersisikBisa terjadiBisa terjadi
Bentuk ruamBervariasiTinea corporis klasik dapat menyerupai cincin
Tepi ruamTidak selalu berbatas tegasBisa tampak meninggi dan bersisik
Bagian tengahTidak memiliki pola khasPada tinea tertentu dapat tampak lebih bersih
MenularTidakBeberapa jenis dapat menular
PenangananDisesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan eksimMemerlukan terapi antijamur yang sesuai dengan lokasi dan kondisi

Tabel di atas hanya menggambarkan karakteristik umum. Penampilan ruam pada setiap orang berbeda, sehingga ciri tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk diagnosis sendiri.

Mengapa Sebaiknya Tidak Mengobati Ruam Gatal Sembarangan?

Karena tampilannya serupa, seseorang mungkin mencoba berbagai krim kulit tanpa mengetahui penyebab sebenarnya.

Padahal, terapi untuk eksim tidak sama dengan terapi untuk infeksi jamur.

CDC menyebut salah diagnosis atau penanganan yang terlambat dapat membuat gejala infeksi jamur berkembang. Penggunaan kortikosteroid pada ringworm tanpa diagnosis yang tepat juga berpotensi memperburuk infeksi jamur.

Karena itu, hindari kebiasaan mengganti-ganti krim hanya berdasarkan dugaan sendiri, terutama bila:

  • jenis obat tidak diketahui dengan jelas;
  • ruam semakin luas;
  • keluhan berulang;
  • ruam tidak menunjukkan perbaikan;
  • sebelumnya pernah menggunakan krim tanpa pemeriksaan dokter.

Mengetahui penyebab ruam terlebih dahulu membantu dokter memilih terapi yang lebih sesuai.

Bagaimana Dokter Membedakan Eksim dan Jamur Kulit?

Dokter spesialis kulit biasanya akan menilai beberapa aspek sebelum menentukan diagnosis.

Pemeriksaan dapat mencakup:

  • bentuk dan distribusi ruam;
  • lokasi munculnya keluhan;
  • berapa lama ruam berlangsung;
  • intensitas rasa gatal;
  • apakah keluhan pernah muncul sebelumnya;
  • kemungkinan faktor pencetus;
  • riwayat kontak dengan orang atau hewan yang mengalami infeksi kulit;
  • riwayat penggunaan obat atau krim tertentu.

Pada kasus yang dicurigai sebagai infeksi jamur tetapi tampilannya kurang khas, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan penunjang untuk membantu memastikan keberadaan jamur.

Pemeriksaan menjadi penting karena tinea memang dapat menyerupai eksim atau kondisi kulit lain.

Related Article

Bercak Bulat dan Gatal? Kenali Perbedaan Kurap dan Eksim

Bercak bulat yang terasa gatal sering langsung dianggap seba...

Kulit Kering dan Gatal? Kenali Jenis Eksim yang Mungkin Anda Derita

Apakah Anda sering merasa gatal dan melihat kulit Anda tampa...

Kenali Perbedaan Eksim pada Dewasa dan Anak untuk Penanganan yang Tepat

Kulit yang terasa sangat gatal, kering, kemerahan, dan serin...

Eksim di Leher Sering Kambuh? Kenali Pemicu yang Sering Tidak Disadari

Eksim di leher bisa terasa sangat mengganggu karena area ini...

Waspada Ruam Kulit! Ini Perbedaan Eksim dan Alergi yang Wajib Anda Tahu

Ruam kulit bisa menjadi tanda awal dari berbagai kondisi kes...