Rabu, 16 Sep 2026

Pentingnya Tes Gonore Setelah Hubungan Berisiko untuk Deteksi Dini

Merasa cemas setelah melakukan hubungan seksual berisiko adalah hal yang wajar. Namun, menebak kondisi kesehatan hanya dari gejala tidak memberikan kepastian. Tes gonore dapat membantu mengetahui ada atau tidaknya infeksi sejak awal.

Gonore atau kencing nanah adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menginfeksi alat kelamin, rektum, tenggorokan, dan terkadang mata. Penularannya terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi.

World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat 82,4 juta kasus gonore baru pada kelompok usia 15 sampai 49 tahun selama 2020. Data ini menunjukkan bahwa gonore masih banyak ditemukan di berbagai negara. Siapa pun yang aktif secara seksual dapat terinfeksi jika melakukan kontak seksual berisiko.

Kondisi Hubungan Berisiko yang Memerlukan Tes Gonore

Pemeriksaan perlu dipertimbangkan setelah melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan baru atau pasangan yang riwayat kesehatannya belum diketahui. Risiko juga meningkat jika seseorang memiliki lebih dari satu pasangan seksual atau pasangannya telah didiagnosis gonore. Kondom yang robek atau terlepas selama hubungan seksual juga dapat meningkatkan risiko penularan.

Tes IMS setelah hubungan berisiko dapat disarankan setelah kontak seksual vaginal, oral, maupun anal. Riwayat seks oral dan anal perlu disampaikan kepada dokter karena gonore dapat menginfeksi tenggorokan dan rektum. Informasi tersebut membantu dokter menentukan lokasi pengambilan sampel.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sampel pemeriksaan harus disesuaikan dengan bagian tubuh yang terpapar. Tes urine gonore tidak selalu dapat menemukan infeksi pada tenggorokan atau rektum. Dokter mungkin menyarankan swab pada lokasi tersebut agar pemeriksaan lebih tepat.

Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukan Tes Gonore?

Waktu kapan tes gonore dilakukan bergantung pada gejala, jenis kontak seksual, dan metode pemeriksaan. Jika muncul nyeri saat buang air kecil, cairan seperti nanah, nyeri panggul, atau pembengkakan testis, segera temui dokter. Pemeriksaan juga tidak perlu ditunda jika pasangan telah dinyatakan positif gonore.

Pada orang tanpa gejala, beberapa layanan kesehatan seksual menyarankan pemeriksaan sekitar dua minggu setelah paparan agar hasilnya lebih akurat. Tes yang dilakukan terlalu dini dapat memberikan hasil negatif meskipun infeksi sudah terjadi. Pemeriksaan ulang kedua dilakukan jika hasil awal negatif tetapi waktu paparan masih terlalu dekat.

Pemeriksaan gonore dapat menggunakan sampel urine atau swab. Swab gonore bisa diambil dari vagina, serviks, uretra, tenggorokan, atau rektum sesuai lokasi yang berisiko. Pengambilan sampel biasanya berlangsung singkat, meskipun swab dapat menimbulkan rasa kurang nyaman selama beberapa saat.

Tes NAAT, yang sering disebut tes PCR gonore, bekerja dengan mencari materi genetik bakteri. WHO menyebut tes molekuler sebagai standar utama untuk mendiagnosis gonore.

Konsultasi dan Tes Gonore Privat di DVX Medical

Pemeriksaan infeksi menular seksual bukan sesuatu yang perlu membuat pasien merasa malu. Konsultasi dilakukan untuk mencari penyebab keluhan dan menentukan pemeriksaan yang sesuai. Informasi yang disampaikan kepada tenaga medis juga membantu pasien memahami langkah berikutnya dengan lebih jelas.

DVX Medical menyediakan konsultasi dan tes gonore secara privat. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan waktu paparan, gejala, dan bagian tubuh yang berisiko terinfeksi. Dokter dapat merekomendasikan sampel urine, swab, atau pemeriksaan IMS lainnya berdasarkan hasil konsultasi.

Jika baru mengalami hubungan seksual berisiko, pasangan dinyatakan positif, atau muncul gejala yang mengarah pada gonore, konsultasi sebaiknya tidak ditunda. Hubungi DVX Medical untuk mendapatkan arahan mengenai waktu dan metode pemeriksaan. Deteksi dini membantu pasien memperoleh penanganan yang tepat sekaligus mengurangi risiko penularan kepada pasangan.

DVX Medical Jakarta
Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
WhatsApp: 0822-6161-4215

DVX Medical Surabaya
Jl. Dharmahusada Indah Bar. No. 181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
WhatsApp: 0812-1647-4538

Sumber Referensi

  1. World Health Organization. Gonorrhoea (Neisseria gonorrhoeae Infection).2025.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Gonococcal Infections Among Adolescents and Adults.2021.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines.2021.
  4. NHS. Gonorrhoea.2024.

Related Article

Tes HPV DNA Genotyping untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling um...

Patch Test, Metode Terbaik untuk Deteksi Alergi Kulit

Alergi adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh terutam...

Risiko dan Komplikasi Gonore Pada Pria, Pentingnya Pengobatan dan Deteksi Dini

Gonore menjadi infeksi menular seksual (IMS) yang sering kal...

Perbedaan HIV RNA Test dan HPV Genotyping untuk Deteksi Dini Infeksi

Rasa cemas setelah berhubungan seksual berisiko atau menemuk...

Pengobatan HPV Risiko Tinggi dan Pentingnya Deteksi Dini untuk Mencegah Kanker Penis

Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi, terutama tipe 16 d...