Kamis, 27 Agu 2026

Tinea Cruris pada Pria Aktif: Tips Mencegah Jamur Selangkangan Saat Olahraga

Olahraga membantu menjaga kebugaran, tetapi keringat yang tertahan di area lipatan tubuh bisa memicu masalah kulit. Salah satunya adalah tinea cruris pada pria, yaitu infeksi jamur dermatofita di area selangkangan yang sering disebut jock itch. Kondisi ini lebih mudah muncul ketika kulit tetap lembab, mengalami gesekan berulang, atau tertutup pakaian olahraga yang ketat dalam waktu lama.

Tinea cruris umumnya menimbulkan ruam gatal dan bersisik pada lipatan paha atau sisi dalam paha. Namun, ruam di selangkangan tidak selalu berarti infeksi jamur. Iritasi, dermatitis kontak, kandidiasis, erythrasma, hingga psoriasis juga bisa memberi keluhan yang mirip. Karena itu, mengenali faktor risiko dan melakukan pencegahan lebih aman daripada langsung mengobati sendiri.

8 Tips Mencegah Jamur Selangkangan Saat Olahraga

1. Segera Mandi Setelah Berolahraga

Jangan membiarkan keringat mengering sendiri di kulit terlalu lama. Mandi setelah latihan membantu membersihkan keringat serta menjaga area lipatan tetap bersih.

2. Keringkan Selangkangan dengan Benar

Setelah mandi, keringkan lipatan paha secara lembut menggunakan handuk bersih. Hindari memakai celana dalam ketika kulit masih basah atau sangat lembap.

3. Ganti Celana Dalam dan Pakaian Olahraga

Pakaian yang sudah basah oleh keringat sebaiknya segera dilepas. Gunakan pakaian bersih dan kering setelah latihan, termasuk celana dalam.

4. Pilih Pakaian Olahraga yang Tidak Terlalu Ketat

Bahan yang membantu mengalirkan kelembapan dan ukuran yang tidak terlalu ketat bisa membantu mengurangi kondisi lembap serta gesekan berulang di selangkangan.

AAD menyarankan penggunaan pakaian yang membantu mengalirkan kelembapan, mandi setelah berolahraga, mengganti pakaian dengan yang bersih, serta mencuci pakaian olahraga setelah digunakan untuk membantu mencegah infeksi kulit di lingkungan gym.

5. Jangan Berbagi Handuk atau Pakaian

Jamur penyebab ringworm bisa berpindah melalui benda yang terkontaminasi. Gunakan handuk, celana, dan perlengkapan pribadi sendiri, terutama saat berolahraga bersama.

6. Gunakan Alas Kaki di Shower dan Ruang Ganti Umum

Sandal membantu mengurangi kontak langsung dengan lantai lembap yang mungkin terkontaminasi jamur. Kebiasaan ini juga penting untuk menurunkan risiko tinea pedis.

7. Perhatikan Jamur di Kaki

Gatal, kulit mengelupas, atau pecah-pecah di sela jari kaki sebaiknya tidak diabaikan. Tinea pedis dan tinea cruris bisa muncul bersamaan, dan jamur dari kaki dapat berpindah ke area selangkangan.

8. Jangan Memakai Krim Steroid Sembarangan

Ruam selangkangan tidak selalu tinea cruris. Krim steroid tanpa diagnosis yang tepat dapat menyamarkan tampilan infeksi jamur atau memperburuknya. StatPearls menyebut penggunaan kortikosteroid topikal pada tinea cruris bukan bagian dari tata laksana berbasis bukti rutin dan bisa membuat diagnosis lebih sulit.

Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter?

Pertimbangkan pemeriksaan medis bila ruam selangkangan semakin luas, sangat gatal, nyeri, bernanah, berulang, atau tidak membaik setelah perawatan awal yang tepat. Pemeriksaan juga penting bila Anda memiliki diabetes, gangguan daya tahan tubuh, atau keluhan muncul berulang setelah olahraga.

Dokter akan menilai apakah ruam benar-benar tinea cruris atau kondisi lain yang menyerupainya. Diagnosis yang tepat membantu menentukan apakah cukup dengan terapi antijamur topikal atau memerlukan evaluasi dan terapi lebih lanjut.

Kesimpulan

Tinea cruris pada pria aktif sering berkaitan dengan kombinasi keringat, kelembapan, gesekan, pakaian olahraga yang terlalu tertutup, serta paparan jamur dari barang atau area bersama. Langkah sederhana seperti mandi setelah olahraga, mengeringkan selangkangan, mengganti pakaian basah, memakai pakaian yang nyaman, dan tidak berbagi handuk bisa membantu menurunkan risiko.

Jika ruam menetap, meluas, atau sering kambuh, hindari menebak diagnosis dan menggunakan obat sembarangan. Pemeriksaan dokter membantu memastikan penyebab keluhan serta menentukan penanganan yang tepat.

Referensi

  1. CDC. Ringworm Basics: CDC Ringworm Basics. 2025
  2. CDC. Ringworm Prevention: CDC Ringworm Prevention. 2026
  3. American Academy of Dermatology. How to Prevent Common Skin Infections at the Gym: AAD: Prevent Skin Infections at the Gym
  4. NCBI Bookshelf / StatPearls. Tinea Cruris: NCBI StatPearls: Tinea Cruris
  5. DermNet Tinea Cruris: DermNet: Tinea Cruris. 2023

Related Article

Cara Mencegah Penularan HPV pada Pria: Dari Kondom hingga Vaksin

Human papillomavirus (HPV) merupakan salah satu infeksi menu...

Bahaya Balanitis, Infeksi Kulit pada Area Kelamin Pria yang Perlu Diwaspadai

Apakah Anda tahu bahwa infeksi berulang akibat balanitis dap...

Mencegah Bau Badan pada Orang Dewasa: Tips Praktis untuk Tetap Percaya Diri

Bau badan bisa menjadi masalah yang mengganggu kepercayaan d...

Risiko HIV pada Pria yang Berhubungan Seks dengan Pria: Apa yang Perlu Diketahui?

Pria yang berhubungan seks dengan pria memiliki risiko HIV y...

Perbedaan Gejala Gonore pada Pria dan Wanita yang Sering Terabaikan

Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan ...