Kondiloma pada pria atau yang lebih dikenal sebagai kutil ke...
Kutil di Selangkangan Pria: Penyebab, Ciri, Penularan, dan Cara Menanganinya
Kutil di selangkangan pria sering menimbulkan rasa khawatir, terutama ketika benjolan muncul setelah aktivitas seksual. Sebagian kutil pada area tersebut berkaitan dengan infeksi human papillomavirus atau HPV. Namun, tidak semua benjolan di selangkangan merupakan kutil kelamin.
Folikulitis, iritasi akibat mencukur, skin tag, molluscum contagiosum, hingga beberapa penyakit kulit lain juga bisa menimbulkan tampilan yang menyerupai kutil. Oleh sebab itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Penyebab Kutil di Selangkangan Pria
Penyebab utama kutil kelamin adalah infeksi HPV. Virus ini memiliki banyak tipe. Tipe HPV yang paling sering berkaitan dengan kutil kelamin umumnya berbeda dari tipe berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker.
CDC menjelaskan bahwa tipe HPV penyebab kutil kelamin tidak sama dengan tipe yang paling sering menyebabkan kanker. Meski demikian, seseorang bisa terinfeksi lebih dari satu tipe HPV sehingga pemeriksaan tetap penting.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko paparan HPV antara lain:
- Melakukan kontak seksual tanpa perlindungan.
- Berganti pasangan seksual.
- Memiliki pasangan dengan riwayat HPV atau kutil kelamin.
- Memulai aktivitas seksual pada usia muda.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Merokok.
Risiko tertular tidak hanya muncul melalui penetrasi. Kontak langsung antarkulit di sekitar area genital juga bisa menularkan virus.
Ciri-Ciri Kutil di Selangkangan Pria
Ciri kutil di selangkangan pria berbeda pada setiap orang. Beberapa karakteristik yang sering ditemukan meliputi:
- Benjolan kecil berwarna kulit, merah muda, keabu-abuan, atau kecokelatan.
- Permukaan halus atau sedikit kasar.
- Bentuk datar, bertangkai, atau menonjol.
- Tumbuh sendiri atau berkelompok.
- Menyerupai bunga kol ketika jumlahnya bertambah.
- Muncul di pangkal penis, skrotum, lipatan paha, perineum, atau sekitar anus.
- Kadang terasa gatal, perih, mudah teriritasi, atau berdarah akibat gesekan.
Kutil kelamin sering tidak terasa sakit. Ukurannya juga bisa sangat kecil sehingga penderita tidak langsung menyadarinya.
Kapan benjolan mungkin bukan kutil kelamin?
Benjolan di selangkangan belum tentu berasal dari HPV. Beberapa kondisi yang tampilannya mirip meliputi:
- Folikulitis, yaitu peradangan folikel rambut yang sering berbentuk benjolan merah atau bernanah.
- Rambut tumbuh ke dalam, terutama setelah mencukur.
- Skin tag, berupa pertumbuhan kulit lunak dan biasanya tidak menular.
- Molluscum contagiosum, yang sering berbentuk benjolan kecil dengan lekukan di bagian tengah.
- Kelenjar minyak normal, seperti Fordyce spots.
- Iritasi atau dermatitis kontakakibat produk perawatan, keringat, atau gesekan.
Perbedaan tersebut sulit dinilai hanya melalui foto atau pemeriksaan mandiri. Dokter perlu melihat bentuk, lokasi, permukaan, dan pola pertumbuhannya secara langsung.
Cara Menangani Kutil di Selangkangan Pria
Penanganan bergantung pada ukuran, jumlah, lokasi, kondisi kulit, riwayat kesehatan, dan preferensi pasien. Tujuan terapi ialah menghilangkan kutil yang terlihat serta mengurangi keluhan. Pengobatan tidak langsung menghilangkan seluruh virus HPV dari tubuh.
Menurut pedoman CDC, kutil anogenital yang tidak ditangani bisa mengecil dengan sendirinya, menetap, atau bertambah besar dan banyak. Karena respons tiap pasien berbeda, dokter akan menyesuaikan pilihan terapi berdasarkan hasil pemeriksaan.
1. Obat oles dengan resep dokter
Dokter bisa meresepkan obat topikal tertentu untuk kutil pada kulit luar. Pemilihan obat bergantung pada lokasi dan kondisi jaringan. Pasien perlu mengikuti petunjuk pemakaian karena penggunaan yang tidak tepat bisa memicu iritasi atau luka.
2. Krioterapi
Krioterapi menggunakan suhu sangat dingin untuk merusak jaringan kutil. Tindakan ini mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali, tergantung respons kulit dan ukuran lesi.
3. Elektrokauter atau tindakan bedah kecil
Dokter bisa memakai energi listrik atau prosedur eksisi untuk mengangkat kutil tertentu. Pilihan ini biasanya dipertimbangkan untuk kutil berukuran besar, bertangkai, berkelompok, atau sulit merespons terapi lain.
4. Laser
Laser bisa menjadi pilihan pada kasus tertentu, terutama untuk kutil yang luas, sulit dijangkau, atau berulang. Dokter akan mempertimbangkan manfaat, risiko, serta kebutuhan pasien sebelum merekomendasikannya.
American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa terapi kutil kelamin dapat menggunakan obat resep di rumah ataupun prosedur di klinik. Sebagian pasien membutuhkan lebih dari satu kunjungan karena kutil bisa sulit hilang atau muncul kembali.
Hindari penggunaan obat penghilang kutil biasa yang dijual bebas untuk tangan atau kaki pada area genital. Bahan tersebut bisa terlalu keras untuk kulit sensitif di selangkangan dan berisiko menyebabkan luka.
Baca juga: Vaksin HPV untuk Pria: Manfaat, Jadwal, dan Fakta Penting
Perlukah Pasangan Ikut Memeriksakan Diri?
Pasangan sebaiknya mengetahui kondisi tersebut agar bisa memperhatikan adanya benjolan, luka, atau keluhan genital. Dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan IMS lain berdasarkan riwayat paparan dan faktor risiko masing-masing.
Pasangan yang tidak memiliki benjolan belum tentu memerlukan terapi kutil. Namun, konsultasi membantu menentukan kebutuhan pemeriksaan, vaksinasi HPV, dan langkah pencegahan yang sesuai.




