Rinvoq bukan dipertimbangkan karena pasien ingin mencoba oba...
Freorla (abrocitinib) untuk Dermatitis Atopik: Apa yang Perlu Diketahui?
Freorla atau Dupixent (dupilumab): Apa yang Membedakan Keduanya?
Freorla dan Dupixent (dupilumab) adalah dua terapi sistemik yang sering dibandingkan dalam diskusi klinis karena keduanya efektif untuk dermatitis atopik sedang hingga berat. Tapi keduanya bekerja dengan cara yang sangat berbeda.
| Faktor | Freorla (abrocitinib) | Dupixent (dupilumab) |
|---|---|---|
| Cara pemberian | Tablet oral harian | Injeksi setiap 2 minggu |
| Mekanisme | Inhibitor JAK1 | Menarget IL-4 dan IL-13 |
| Onset terhadap gatal | Sering lebih awal | Bertahap dalam beberapa minggu |
| Frekuensi | Setiap hari | Setiap 2 minggu |
Tidak ada yang lebih baik secara universal. Beberapa pasien lebih cocok dengan terapi oral; yang lain lebih memilih injeksi dengan frekuensi lebih jarang. Sebagian memiliki gatal yang sangat dominan; yang lain lebih memprioritaskan profil keamanan jangka panjang.
Apa yang Perlu Dipantau Selama Penggunaan Freorla?
Seperti semua terapi sistemik, Freorla memerlukan pemantauan selama penggunaan. Ini bukan karena terapinya berbahaya, tetapi karena pemantauan adalah bagian dari penggunaan yang aman dan tepat.
Sebelum memulai Freorla, dokter biasanya melakukan evaluasi awal yang mencakup riwayat infeksi, kondisi komorbid, dan pemeriksaan dasar yang diperlukan. Selama terapi, pemantauan mencakup tanda-tanda infeksi aktif, pemeriksaan laboratorium darah tertentu secara berkala termasuk hitung darah lengkap dan parameter lain yang relevan, serta evaluasi respons klinis.
Tujuan pemantauan bukan mencari masalah, tetapi memastikan terapi tetap aman digunakan dalam jangka waktu yang diperlukan.
Jadwal dan jenis pemantauan ditentukan oleh dokter spesialis berdasarkan evaluasi klinis individual.
Baca Juga: Jika Dupilumab Tidak Berhasil: Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika Freorla Belum Memberikan Kontrol yang Memadai
Tidak semua pasien memberikan respons yang sama terhadap Freorla. Sebagian mencapai kontrol yang sangat baik. Sebagian lain mendapat perbaikan parsial. Sebagian lagi memerlukan evaluasi ulang.
Ketika kontrol belum optimal, evaluasi biasanya mencakup beberapa hal sebelum menyimpulkan bahwa terapi tidak bekerja:
- Apakah diagnosis dermatitis atopik sudah dikonfirmasi, atau ada kondisi lain yang berjalan bersamaan
- Apakah kepatuhan terapi sudah konsisten
- Apakah ada infeksi sekunder yang aktif dan mengganggu respons
- Apakah ada faktor pemicu seperti dermatitis kontak yang belum dikenali
Tidak semua kasus yang tampak sebagai kegagalan terapi benar-benar disebabkan oleh obatnya. Evaluasi sebelum mengganti terapi sering sama pentingnya dengan memilih terapi berikutnya.
Kapan Freorla Layak Didiskusikan dengan Dokter Spesialis?
Diskusi tentang Freorla menjadi relevan ketika dermatitis atopik sedang hingga berat sudah tidak terkontrol dengan terapi topikal yang dioptimalkan, dan ketika pertimbangan untuk terapi sistemik oral mulai muncul dalam evaluasi klinis..
RINGKASAN CEPAT
| RINGKASAN CEPAT | |
|---|---|
| Nama molekul | Abrocitinib |
| Merek di Indonesia | Freorla |
| Merek internasional | Cibinqo |
| Kelas terapi | JAK inhibitor (JAK1 selektif) |
| Cara pemberian | Tablet oral, diminum sekali sehari |
| Indikasi | Dermatitis atopik sedang hingga berat |
| Onset gatal | Sering terlihat lebih awal dibanding perbaikan kulit keseluruhan |
| Pemantauan | Diperlukan pemantauan berkala selama terapi |
| Dibandingkan dengan | Dupixent (dupilumab) & Rinvoq (upadacitinib) |




