Infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia sering kali d...
Jumat, 27 Feb 2026
Tes HIV RNA di Surabaya: Deteksi Dini HIV Minimal 10 Hari Setelah Paparan
Ditinjau oleh:
dr. Christopher Toshihiro Wirya, Sp.DVE
Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
DVX Medical Clinic
Update 5 Maret 2026
dr. Christopher Toshihiro Wirya, Sp.DVE
Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
DVX Medical Clinic
Update 5 Maret 2026
Tes HIV RNA dapat mendeteksi infeksi HIV lebih dini, sekitar 10 hari setelah paparan berisiko. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tes ini termasuk metode berbasis asam nukleat (NAT) yang mampu mendeteksi virus secara langsung.
Hasil tes juga dapat diketahui lebih awal dibandingkan tes antibodi. Jika Anda mencari tes HIV di Surabaya untuk deteksi sedini mungkin, metode ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
Hasil tes juga dapat diketahui lebih awal dibandingkan tes antibodi. Jika Anda mencari tes HIV di Surabaya untuk deteksi sedini mungkin, metode ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
Layanan Tes HIV RNA di DVX Medical Surabaya
DVX Medical Surabaya menyediakan layanan sebagai berikut:
- Tes HIV RNA
- Pemeriksaan mencakup HIV-1 dan HIV-2
- Hasil tes tersedia di hari yang sama
- Konsultasi sebelum dan sesudah pemeriksaan
- Privasi terjaga
Bagi Anda yang mencari klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin terpercaya untuk tes HIV RNA di Surabaya, silahkan kunjungi:
DVX Medical Surabaya
Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.I No. 181, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (Whatsapp)
Baca juga: “Pentingnya Tes HIV sebelum Menggunakan PrEP dan PEP”
Biaya Pemeriksaan Tes HIV RNA di DVX Medical
- Tes HIV RNA (1x pemeriksaan): Rp 1.750.000
- Paket Komprehensif (tes RNA + tes Gen 4): Rp 1.950.000
Catatan: Biaya layanan dapat berubah sesuai kebijakan.
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). HIV Testing Overview. 2025.
www.cdc.gov/hiv/testing/index.html
World Health Organization (WHO). Consolidated Guidelines on HIV Testing Services for a Changing Epidemic. 2019.
www.who.int/publications/i/item/WHO-CDS-HIV-19.31
Disclaimer:
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi medis langsung. Selalu konsultasikan keluhan Anda dengan dokter.




