Kesehatan kelamin adalah salah satu aspek penting dalam menj...
Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa: Gejala dan Faktor Pemicunya
Kulit terasa sangat gatal, kering, atau mengalami ruam yang berulang meski sudah menggunakan produk perawatan kulit? Keluhan tersebut bisa berkaitan dengan berbagai kondisi kulit, salah satunya dermatitis atopik pada orang dewasa.
Dermatitis atopik memang sering diasosiasikan dengan bayi dan anak-anak. Namun, kondisi ini juga bisa dialami orang dewasa. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa dermatitis atopik umumnya dimulai pada masa kanak-kanak, tetapi kondisi ini juga bisa mulai muncul pada usia berapa pun.
Gejalanya bisa membaik pada periode tertentu, kemudian kembali memburuk atau mengalami flare. Karena itu, mengenali gejala dan faktor yang memicu kekambuhan penting untuk membantu mengelola kondisi kulit dengan lebih tepat.
Gejala Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa yang Perlu Dikenali
Gejala dermatitis atopik bisa berbeda antara satu orang dengan lainnya. Tampilan ruam juga dapat berbeda sesuai warna kulit serta tingkat keparahan penyakit.
Beberapa gejala yang umum meliputi:
1. Kulit kering dan bersisik
Kulit yang mengalami dermatitis atopik sering terasa sangat kering, kasar, atau bersisik. Gangguan skin barrier membuat kulit lebih sulit mempertahankan kelembapan.
2. Gatal yang terasa intens
Gatal merupakan salah satu keluhan utama dermatitis atopik. Pada sebagian pasien, rasa gatal terasa cukup berat hingga mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
Menggaruk mungkin memberikan rasa lega sesaat, tetapi kebiasaan tersebut justru bisa membuat iritasi dan peradangan semakin berat.
3. Ruam dan peradangan kulit
Kulit bisa tampak meradang, mengalami perubahan warna, atau muncul benjolan kecil. Pada warna kulit yang lebih terang, peradangan sering terlihat kemerahan, sedangkan pada warna kulit yang lebih gelap tampilannya bisa berbeda.
4. Kulit menebal dan terasa kasar
Rasa gatal yang berlangsung lama sering memicu kebiasaan menggaruk atau menggosok kulit. Jika terjadi berulang, kulit bisa menjadi lebih tebal dan kasar.
5. Luka akibat garukan
Garukan yang kuat atau terus-menerus bisa merusak permukaan kulit. Pada kondisi tertentu, area yang terluka juga lebih rentan mengalami infeksi sekunder.
Mayo Clinic mencantumkan kulit kering dan pecah-pecah, gatal, kulit mentah akibat garukan, penebalan kulit, serta area yang mengeluarkan cairan atau berkerak sebagai beberapa gambaran yang bisa ditemukan pada dermatitis atopik.
Apa yang Memicu Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa Kambuh?
Dermatitis atopik biasanya bukan disebabkan oleh satu pemicu tunggal. Faktor yang memperburuk kondisi juga bisa berbeda pada setiap orang.
AAD menyebut beberapa pemicu yang sering dijumpai, antara lain produk perawatan kulit tertentu, cuaca panas atau dingin, pakaian berbahan wol, stres, pewangi, dan deterjen keras.
Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Sabun, deterjen, dan produk perawatan kulit
Sabun yang keras, deterjen, parfum, atau produk perawatan tubuh dengan bahan yang mengiritasi kulit bisa memperberat keluhan pada sebagian penderita.
Karena kulit dengan dermatitis atopik cenderung sensitif, pemilihan produk perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Cuaca dan perubahan suhu
Udara terlalu panas, dingin, atau kering bisa memengaruhi kondisi kulit. NHS juga mencantumkan panas dan perubahan temperatur sebagai faktor yang dapat memperburuk eksim atopik pada sebagian orang.
Keringat
Keringat akibat cuaca panas atau aktivitas fisik dapat memicu rasa perih, gatal, atau iritasi pada sebagian orang dengan dermatitis atopik.
Ini bukan berarti penderita harus menghindari olahraga. Namun, mengenali hubungan antara aktivitas, keringat, dan kondisi kulit membantu pasien menentukan langkah perawatan yang lebih sesuai.
Bahan pakaian tertentu
Bahan yang kasar atau menimbulkan gesekan, seperti wol pada sebagian orang, bisa memicu iritasi dan memperburuk rasa gatal.
Stres
Stres bukan penyebab tunggal dermatitis atopik. Namun, stres bisa berkaitan dengan memburuknya gejala pada sebagian pasien. Kondisi kulit yang terus gatal juga bisa menambah stres sehingga terbentuk siklus gatal, garukan, dan peradangan.
Alergen dan iritan tertentu
Debu, tungau, serbuk sari, hewan peliharaan, atau zat tertentu bisa berperan sebagai pemicu pada sebagian orang. Meski demikian, dermatitis atopik tidak selalu disebabkan oleh alergi tertentu. AAD menegaskan bahwa pada sebagian besar kasus, kondisi ini bukan sekadar akibat satu alergi spesifik.
Karena itu, sebaiknya jangan langsung melakukan pantangan makanan atau diet eliminasi tanpa evaluasi medis yang jelas.
Kapan Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa Sebaiknya Diperiksa Dokter?
Tidak semua kulit gatal atau kering berarti dermatitis atopik. Pemeriksaan dokter perlu dipertimbangkan terutama jika:
- Gatal dan ruam sering berulang
- Keluhan tidak kunjung membaik
- Rasa gatal mengganggu tidur atau aktivitas
- Area kulit yang mengalami peradangan semakin luas
- Kulit terasa nyeri, terluka, mengeluarkan cairan, atau menunjukkan tanda infeksi
- Anda tidak yakin mengenai penyebab ruam
- Keluhan terus muncul meskipun sudah mencoba perawatan kulit tertentu
Dokter akan menilai kondisi kulit, pola serta lokasi ruam, riwayat keluhan, dan faktor lain yang mungkin berperan. Dari evaluasi tersebut, dokter bisa menentukan apakah keluhan sesuai dengan dermatitis atopik atau berasal dari kondisi kulit lainnya.
Konsultasikan Keluhan Dermatitis Atopik di DVX Medical Jakarta
Jika kulit kering, gatal, dan peradangan terus berulang, sebaiknya hindari mencoba berbagai obat atau produk secara bergantian tanpa mengetahui penyebab keluhan terlebih dahulu.
DVX Medical Jakarta menyediakan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK/Sp.DVE) untuk mengevaluasi berbagai masalah kulit, termasuk keluhan yang mengarah pada dermatitis atopik.
Dokter akan mengevaluasi kondisi kulit dan mempertimbangkan pilihan perawatan berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien. Jadwalkan konsultasi di DVX Medical Jakarta jika dermatitis atau keluhan kulit berulang mulai mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.




