Peringatan WHO: Kasus IMS Meningkat, Sifilis dan Gonore Kebal Antibiotik
Sabtu, 25 Mei 2024

Peringatan WHO: Kasus IMS Meningkat, Sifilis dan Gonore Kebal Antibiotik

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan mengenai lonjakan kasus infeksi menular seksual (IMS) setiap tahunnya, terutama sifilis dan gonore, yang semakin kebal terhadap antibiotik. Berdasarkan laporan terbaru, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah kasus IMS di berbagai negara, yang menunjukkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global.

Kasus sifilis terjadi pada orang dewasa usia 15-49 tahun. Di tahun 2022 meningkat hingga 8 juta penderita. Peningkatan tertinggi ini terjadi di wilayah Amerika dan Afrika.

Melansir dari Health Detik, Direktur Jenderal WHAO Dr Tedros Adhanon Ghebreyesus mengungkapkan bahwa meningkatanya kejadian sifilis menimbulkan kekhawatiran besar.

“Untungnya terdapat kemajuan penting di sejumlah bidang lainnya termasuk dalam mempercepat akses terhadap komoditas Kesehatan penting termasuk diagnostic dan pengobatan. Kita mempunyai alat yang diperlukan untuk mengakhiri epidemi ini sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030. Namun, kita sekarang perlu memastikan bahwa, dalam konteks dunia yang semakin kompleks, negara-negara melakukan semua yang mereka bisa untuk mencapai target ambisius yang mereka tetapkan sendiri,” ungkap Dr Tedros.
Perongatan Who Kasus Sifilis Dan Gonore Meningkat

Lonjakan Kasus Infeksi Menular Seksual (IMS)

Meningkatnya kasus infeksi menular seksual seperti, sifilis, gonore, klamidia, dan trikomoniasis menyebabkan adanya lebih dari 1 juta laporan infeksi setiap hari.

Laporan tersebut mencatat peningkatan kasus sifilis pada orang dewasa dan ibu hamil sebanyak 1,1 juta, serta 523 kasus sifilis kongenital per 100.000 kelahiran hidup per tahun selama pandemi COVID-19. Pada tahun 2022, terdapat 230.000 kematian terkait sifilis.

Data terbaru juga menunjukkan peningkatan kasus gonore yang kebal terhadap berbagai obat. Pada tahun 2023, dari 87 negara yang meningkatkan pengawasan resistensi antimikroba gonore, 9 negara melaporkan peningkatan resistensi dari 5 persen menjadi 40 persen terhadap ceftriaxone, pengobatan terakhir untuk gonore. WHO sedang memantau situasi ini dan memperbarui rekomendasi pengobatan untuk mengurangi penyebaran jenis gonore yang kebal obat.

Selain itu, pada tahun 2022 terdapat sekitar 1,2 juta kasus baru hepatitis B dan hampir 1 juta kasus baru hepatitis C. Jumlah kematian akibat virus hepatitis meningkat dari 1,1 juta pada tahun 2019 menjadi 1,3 juta pada tahun 2022, meskipun terdapat alat pencegahan, diagnosis, dan pengobatan yang efektif.
Sifilis Dan Gonore

Kasus Infeksi HIV Menurun, Namun Tingkat Kematian HIV Tetap Tinggi

Sementara itu, Infeksi HIV baru hanya menurun dari 1,5 juta pada tahun 2020 menjadi 1,3 juta pada tahun 2022. Lima kelompok populasi utama, yaitu laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, pengguna narkoba suntik, pekerja seks, transgender, dan individu di penjara dan tempat-tempat tertutup lainnya, masih mengalami penurunan infeksi HIV. Tingkat prevalensi HIV pada kelompok ini jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum, dengan 55 persen infeksi HIV baru terjadi di antara populasi tersebut dan pasangannya.

Namun, Kematian terkait HIV tetap tinggi dengan 630.000 kematian terkait HIV pada tahun 2022 dan 13 persen di antaranya terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun.

Sumber:

www.health.detik.com