Track
Message

Keputihan

Masalah Kelamin Wanita / Keputihan

Keputihan pada wanita adalah kondisi di mana cairan keluar dari vagina. Secara normal, keputihan bersifat fisiologis jika warnanya jernih atau transparan, konsistensinya seperti lendir, jumlahnya tidak berlebihan, tidak berbau, dan tidak disertai rasa gatal. Namun, keputihan bersifat patologis atau tidak normal jika warnanya tidak jernih dan transparan, seperti putih bergumpal seperti keju, kuning kental, kuning kehijauan encer berbuih, atau abu-abu. Selain itu, keputihan patologis juga dapat disertai bau tidak enak (amis atau asam) dan rasa gatal pada vagina, vulva, atau kulit di sekitarnya.
Metode pengobatan yang dapat dilakukan di klinik DVX meliputi diagnosis dengan pemeriksaan Gram dan sediaan basah, serta penggunaan terapi infus atau injeksi yang dikombinasikan dengan obat minum dan salep khusus dari DVX Medical. Jangan biarkan keputihan mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup Anda. Kunjungi DVX Medical Surabaya atau hubungi kami untuk membuat janji temu.

Ciri-Ciri Keputihan Patologis

  • Keputihan berwarna putih bergumpal seperti keju, berbau asam, disertai rasa gatal hingga kemerahan pada vagina, vulva, dan kulit di sekitarnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur, seperti kandidiasis vulvovaginalis.
  • Keputihan berwarna kuning kehijauan encer berbuih dan keluar dalam jumlah yang banyak, disertai rasa gatal pada vagina, vulva, dan kulit di sekitarnya. Keadaan ini sering disebabkan oleh infeksi parasit, seperti trikomoniasis vaginalis.
  • Keputihan berwarna kuning atau putih keruh dan dapat disertai rasa tidak nyaman pada vagina atau nyeri perut. Keadaan ini bisa diindikasikan oleh infeksi bakteri seperti gonore atau Chlamydia.
  • Keputihan berwarna putih abu-abu sedikit, tetapi berbau tidak enak atau seperti ikan asin terutama setelah berhubungan seksual tanpa kondom. Biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroorganisme pada vagina, yang dikenal sebagai bakterial vaginosis.
  1. Pertahankan kebersihan daerah sekitar alat kelamin dengan menjaga kebersihan dan mengganti celana dalam jika terjadi keputihan berlebihan.
  2. Hindari melakukan pengobatan sendiri karena dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan bakteri atau jamur, yang membuat pengobatan lebih sulit jika terkena kembali.
  3. Penting bagi pasien untuk segera berkonsultasi ke dokter SpKK agar dapat memperoleh penanganan yang tepat guna mencegah komplikasi atau perburukan penyakit. Keputihan yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan keradangan pada saluran telur atau tuba fallopii yang dapat menyebabkan kemandulan atau infertilitas, kehamilan ektopik, keradangan panggul dalam yang ditandai dengan nyeri perut bawah, dan gangguan pada janin jika terjadi pada ibu hamil. Selain itu, keputihan juga dapat menular kepada pasangan seksual.
  4. Gunakan kondom selama masa pengobatan untuk mencegah penularan dan infeksi.
  5. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip abstinence, be faithful, dan condom (ABC).
Select Size
No data to display
test
*
*
*
Captcha image
Show another codeUbah Kode Verifikasi
Kirim Pesan
Kirim Pesan